Al-Baqarah Ayat 96: Terjemah dan Tafsirnya

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 96

Banyak orang mengejar umur panjang karena ingin menikmati lebih banyak harta, jabatan, dan kesenangan. Seperti Bani Israil yang takut mati dan rakus terhadap kehidupan di dunia, ingin panjang umur seribu tahun. Surah Al-Baqarah ayat 96 mengingatkan bahwa panjang usia tidak akan membawa manfaat jika hati tetap menjauh dari Allah. Keberhasilan hidup tidak diukur dari lamanya umur, tetapi dari amal yang mengisi setiap harinya.

Manusia sering takut menghadapi kematian karena belum siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Rasa takut itu pernah muncul pada sebagian Bani Israil ketika Rasulullah saw menguji kebenaran pengakuan mereka.  Mereka mengaku sebagai kekasih Allah, tetapi enggan mengharapkan kematian karena menyadari banyak dosa yang telah mereka lakukan. Ayat ini mengajak setiap muslim memperbaiki amal sebelum penyesalan benar-benar datang.

Baca juga artikel tentang Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 95

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 96

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَيَوٰةٍ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِۦ مِنَ ٱلْعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

Wa latajidannahum aḥraṣan-nāsi ‘alā ḥayāh, wa minallażīna asyrakụ yawaddu aḥaduhum lau yu’ammaru alfa sanah, wa mā huwa bimuzaḥziḥihī minal-‘ażābi ay yu’ammar, wallāhu baṣīrum bimā ya’malụn

“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih tamak lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 96)

Makna Kata

  • { حَيَاةٍ } Hayaah: Kata ini berbentuk nakirah (umum), sehingga mencakup seluruh bentuk kehidupan, termasuk kehidupan yang tercela dan hanya berorientasi pada dunia.
  • { ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْ } Al-ladzîna asyrakû: Maksudnya adalah seluruh orang musyrik di luar kalangan Ahli Kitab.
  • { يَوَدُّ } Yawaddu: Berarti sangat menginginkan, menyukai, atau berharap dengan penuh keinginan.
  • { بِمُزَحۡزِحِهِۦ } Bimuzahzihihi: Maksudnya tidak dapat menjauhkan atau menyelamatkan seseorang dari azab Allah.
  • { أَن يُعَمَّرَ } An yu‘ammar: Berarti diberi umur yang sangat panjang, bahkan hingga seribu tahun sebagaimana disebutkan dalam ayat.

Tafsir

Allah menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi tidak berani menginginkan kematian karena mereka mengetahui buruknya amal yang telah mereka lakukan. Mereka sadar bahwa kematian akan membawa mereka kepada balasan Allah. Kesadaran itu tidak mendorong mereka untuk bertaubat. Sebaliknya, mereka justru semakin mencintai kehidupan dunia.

Karena itulah, Allah menyebut mereka sebagai manusia yang paling tamak terhadap kehidupan. Mereka ingin hidup selama mungkin agar dapat menunda perjumpaan dengan hari pembalasan. Keinginan itu bahkan melebihi orang-orang musyrik yang tidak memiliki kitab suci. Mereka berharap waktu dapat menghapus kenyataan yang menanti di akhirat. Padahal, kenyataan itu tetap akan datang pada waktunya.

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa keinginan hidup selama seribu tahun merupakan ungkapan yang dikenal di kalangan bangsa Persia. Ungkapan itu menggambarkan harapan untuk menikmati umur yang sangat panjang. Namun, Allah menegaskan bahwa sepanjang apa pun usia seseorang, umur itu tidak akan mengubah keputusan-Nya. Kehidupan yang panjang tidak memiliki nilai jika tidak diisi dengan iman dan amal saleh.

Orang musyrik menginginkan umur panjang karena tidak meyakini kebangkitan setelah kematian. Sementara itu, sebagian Yahudi mengetahui adanya akhirat melalui kitab mereka. Namun, mereka tetap mencintai dunia karena menyadari hukuman yang menanti akibat menyembunyikan kebenaran. Pengetahuan tanpa ketaatan justru menjadi beban yang semakin memberatkan di hadapan Allah.

Ayat ini mengingatkan bahwa masalah terbesar bukanlah pendek atau panjangnya umur. Masalah sesungguhnya adalah bagaimana seseorang menggunakan usianya. Banyak orang mengejar usia panjang, tetapi melupakan bekal menuju akhirat. Padahal, setiap hari yang berlalu seharusnya menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal dan memperbaiki diri.

Allah menutup ayat ini dengan penegasan bahwa Dia Maha Melihat setiap perbuatan manusia. Tidak ada amal yang tersembunyi dari pengawasan-Nya. Setiap kebaikan akan mendapat balasan yang sempurna. Setiap keburukan juga akan dipertanggungjawabkan dengan adil. Karena itu, seorang mukmin tidak hanya memohon umur panjang. Ia juga memohon umur yang penuh keberkahan, ketaatan, dan husnul khatimah.

Hikmah Surah Al-Baqarah Ayat 96

Berikut ini hikmah-hikmah kehidupan dari Surah Al-Baqarah ayat 96 yang bisa kita terapkan dalam kehidupan:

  1. Utamakan umur yang berkah daripada umur yang panjang.
    Umur panjang tidak bernilai jika tidak diisi dengan iman, amal saleh, dan ketaatan kepada Allah.
  2. Jangan biarkan cinta dunia mengalahkan persiapan akhirat.
    Harta, jabatan, dan kenikmatan dunia akan berakhir. Amal saleh akan menemani hingga kehidupan setelah kematian.
  3. Segera bertaubat sebelum penyesalan datang.
    Menunda taubat hanya membuat hati semakin keras. Allah selalu membuka pintu ampunan bagi hamba yang kembali kepada-Nya.
  4. Ilmu harus melahirkan ketaatan, bukan sekadar pengetahuan.
    Mengetahui kebenaran tanpa mengamalkannya hanya akan menambah berat pertanggungjawaban di hadapan Allah.
  5. Ingatlah bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatan.
    Tidak ada amal yang tersembunyi dari penglihatan Allah. Karena itu, isi setiap hari dengan kebaikan yang mendekatkan diri kepada-Nya.

Penutup

Surah Al-Baqarah ayat 96 mengajarkan bahwa nilai hidup tidak ditentukan oleh panjangnya usia. Allah menilai keimanan, keikhlasan, dan amal yang mengisi setiap detik kehidupan. Karena itu, jangan habiskan umur hanya untuk mengejar dunia yang pasti akan ditinggalkan.

Marilah kita memohon umur yang penuh keberkahan dan bermanfaat bagi sesama. Gunakan setiap kesempatan untuk bertaubat, beribadah, dan menebar kebaikan. Semoga Allah menutup kehidupan kita dengan husnul khatimah dan mengumpulkan kita bersama orang-orang saleh.

Share it:

Tags

El Nino

Pengajar pesantren tinggal di Kediri. Dilahirkan di dunia pada 17 Desember 1991. Riwayat pendidikan sudah 17 tahun hidup di pesantren menjadi santri dan pengurus. Tujuan mendirikan web mengajiislam.com untuk menjadi sarana berbagi ilmu yang telah saya pelajari di pondok dan menambah seduluran.

Related Post

Tinggalkan komentar