spot_img

Al-Baqarah Ayat 7 : Terjemah dan Tafsirnya

Al-Baqarah Ayat 7 – Pernahkan kalian mendengar hadits nabi saw yang berbunyi bahwa rumah yang tidak pernah dibacakan surat Al-Baqarah maka seperti kuburan?

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

 ‏ لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sungguh syetan akan lari ketakutan dari rumah yang dibacakan surat Al Baqarah di dalamnya”. [HR. Muslim: 780]

Jadi jangan bosan-bosan membacakan surat Al-Baqarah di dalam rumah, lebih-lebih sampai khatam 30 juz rutin setiap bulannya.

Karena Surat Al-Baqarah banyak memiliki fadhilah, maka sangat sayang sekali kalau seorang muslim tidak faham isi kandungan dalam surat tersebut. Insyaallah Mengaji Islam akan mengupas tafsir surat Al-Baqarah per-ayat supaya kita bisa sama-sama belajar dan mencintai Al-Qur’an. Selamat membaca!

Baca juga artikel : Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 6

Table of Contents

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 7

خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰٓ أَبْصَٰرِهِمْ غِشَٰوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Khatamallāhu ‘alā qulụbihim wa ‘alā sam’ihim, wa ‘alā abṣārihim gisyāwatuw wa lahum ‘ażābun ‘aẓīm

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS. Al-Baqarah: 7)

Makna Kata

خَتَمَ ٱللَّهُ : menurut imam Qotadah bahwa Allah menutup hati, mata dan pendengaran orang-orang kafir karena mereka telah mengikuti setan. Menurut imam Mujahid dosa-dosa menutupi hati hingga rapat.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ)

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.” (HR. At Tirmidzi no. 3334, Ibnu Majah no. 4244, Ibnu Hibban (7/27) dan Ahmad (2/297).

Tafsir

Bila di ayat 6 Allah menjelaskan bahwa orang kafir tidak akan bisa mendapat hidayah walaupun mendapat peringatan berulang-ulang. Maka Al-Baqarah ayat 7 ini menjelaskan alasan kenapa orang kafir tidak bisa mendapat hidayah.

Ternyata Allah telah menutup hati, mata dan pendenganran mereka sehingga tidak dapat lagi menerima kebenaran. Allah menutup hidayah karena dosa dan kepatuhan mereka kepada bisikan setan.

بَلْ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ

“sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya.” (QS. An-Nisa: 155)

Karena tidak lagi bisa menerima hidaya karena sudah terkunci hati, mata dan telinga. Maka mereka semakin terjerumus pada kesesatan dan kedhaliman. Dan Allah akan mnyediakan balasan yang setimpal dari perbuatan mereka yaitu, siksa yang pedih di dunia dan akhirat.

Hikmah Al-Baqarah Ayat 7

Setelah kita kaji bersama terjemah dan tafsir surat Al-Baqarah ayat 7, berikut ini hikmah pelajaran hidup yang bisa kita ambil:

  1. Konsekuensi dosa dan kekafiran. Ayat 7 surat Al-Baqarah menjelaskan bahwa Allah menutup hati, pendengaran, dan penglihatan orang-orang kafir karena kekafiran dan dosa-dosa mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa terjerumusnya seseorang dalam kesesatan dan kedhaliman bisa menjadi akibat dari penolakan terhadap kebenaran.
  2. Perlunya menerima hidayah. Orang-orang kafir yang hati dan indra mereka terkunci telah kehilangan kesempatan untuk menerima hidayah. Hal ini menegaskan pentingnya kesediaan hati manusia untuk menerima petunjuk dan kebenaran.

Jangan pernah mencoba mendekati dosa, sebab itu akan menjerumuskan kita kepada dosa-dosa lainnya. Selalu berdo’a kepada Allah supaya selalu menjaga kita dari godaan setan.

El Nino
El Ninohttps://www.mengajiislam.com
Pengajar pesantren tinggal di Kediri. Dilahirkan di dunia pada 17 Desember 1991. Riwayat pendidikan sudah 17 tahun hidup di pesantren menjadi santri dan pengurus. Tujuan mendirikan web mengajiislam.com untuk menjadi sarana berbagi ilmu yang telah saya pelajari di pondok dan menambah seduluran.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

1,000FansSuka
50PengikutMengikuti
360PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles