Al-Baqarah Ayat 72: Terjemah dan Tafsirnya

TAFSIR SURAH AL-BAQARAH ayat 72

Surah Al-Baqarah ayat 72 menghadirkan sebuah peristiwa yang menggugah hati sekaligus mengundang renungan mendalam. Ayat ini tidak hanya berbicara tentang sebuah kejadian di masa lalu. Tetapi juga membuka tabir tentang sifat manusia, keadilan Ilahi, dan bagaimana kebenaran pada akhirnya akan terungkap meski sempat disembunyikan.

Melalui tafsir ayat ini, kita diajak untuk menyelami makna di balik konflik, kebohongan, dan hikmah yang Allah tunjukkan dengan cara yang tak terduga. Artikel ini akan mengajak Anda memahami pesan tersembunyi dalam ayat tersebut. Sehingga bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga menyentuh hati dan memperkuat keimanan.

Baca juga artikel: Surah Al-Baqarah Ayat 70-71

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 72

وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَٱدَّٰرَْٰٔتُمْ فِيهَا ۖ وَٱللَّهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

Wa iż qataltum nafsan faddāra’tum fīhā, wallāhu mukhrijum mā kuntum taktumụn

“Dan (ingatlah), ketika kalian membunuh seorang manusia lalu kalian saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kalian sembunyikan.” (QS. Al-Baqarah: 72)

Makna Kata

نَفْسًا: Seorang manusia, menuruk pada saudagar kaya yang dibunuh oleh ahli warisnya supaya segera mendapatkan harta.

فَٱدَّٰرَْٰٔتُمْ: Maka kalian saling menuduh, Setiap kabilah dari Bani Israil saling menuduh satu sama lain karena atas pembunuhan itu.

مَّا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ: Apa yang kalian sembunyikan yaitu identitas pembunuh. Karena malu kabilah yang dari pembunuh tersebut tercoreng nama baiknya atau melindungi pembunuh dari hukuman.

Tafsir

Menurut tafsir Ibnu Katsir, dalam Al-Baqarah ayat 72 dijelaskan bahwa Bani Israil pernah membunuh seseorang, lalu mereka saling berselisih dan tuduh-menuduh tentang siapa pelakunya. Sebagian menuduh yang lain, sementara yang lain membantah dan balik menuduh. Padahal, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan berkehendak menyingkap kebenaran tersebut. Untuk itu, Allah memerintahkan agar mayat korban dipukul dengan sebagian anggota sapi betina yang telah disembelih.

Dengan izin Allah, orang yang telah mati itu hidup kembali dan memberitahukan siapa pembunuhnya. Peristiwa ini menjadi bukti nyata kekuasaan Allah dalam menghidupkan yang mati, sekaligus sebagai pelajaran bagi mereka tentang kebenaran hari kebangkitan. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa Allah mampu mengungkap kebenaran yang tersembunyi dan menjadi penengah atas perselisihan manusia.

Hikmah Surah Al-Baqarah Ayat 72

Berikut ini hikmah-hikmah pelajaran hidup dari Surah Al-Baqarah ayat 72 yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Jangan menyembunyikan kebenaran — Sekecil apa pun kebohongan, pada akhirnya akan terungkap oleh Allah.
  • Hindari saling tuduh tanpa bukti — Menuduh orang lain tanpa dasar hanya akan memperkeruh masalah dan menimbulkan fitnah.
  • Bertanggung jawab atas perbuatan — Setiap tindakan memiliki konsekuensi, dan tidak ada yang bisa benar-benar lari dari pertanggungjawaban.
  • Allah Maha Mengetahui segalanya — Apa pun yang tersembunyi di hati atau dilakukan secara diam-diam tetap dalam pengawasan-Nya.
  • Kebenaran pasti menang — Walau sempat tertutup, kebenaran akan muncul dengan cara yang tidak disangka.
  • Jangan tamak terhadap dunia — Kisah ini mengingatkan bahwa ambisi terhadap harta bisa mendorong seseorang melakukan kejahatan.
  • Belajar menyelesaikan konflik dengan jujur — Perselisihan seharusnya diselesaikan dengan kejujuran, bukan saling menyalahkan.
  • Perkuat iman kepada kekuasaan Allah — Peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah mampu melakukan apa saja, termasuk menghidupkan yang telah mati.

Penutup

Sebagai penutup, Al-Baqarah ayat 72 mengajarkan bahwa kebenaran tidak akan selamanya tersembunyi. Allah Maha Mengetahui segala yang tampak maupun yang disembunyikan dalam hati manusia. Karena itu, jagalah kejujuran dalam setiap keadaan, meski terasa sulit. Hindari menyalahkan orang lain demi menutupi kesalahan diri sendiri.

Semoga ayat ini menguatkan iman dan memperbaiki sikap kita dalam menghadapi konflik kehidupan. Jadikan kejujuran sebagai jalan utama, dan keadilan sebagai pegangan dalam bertindak. Percayalah, Allah akan menolong siapa pun yang berada di jalan kebenaran.

Share it:

Tags

El Nino

Pengajar pesantren tinggal di Kediri. Dilahirkan di dunia pada 17 Desember 1991. Riwayat pendidikan sudah 17 tahun hidup di pesantren menjadi santri dan pengurus. Tujuan mendirikan web mengajiislam.com untuk menjadi sarana berbagi ilmu yang telah saya pelajari di pondok dan menambah seduluran.

Related Post

Tinggalkan komentar