Al-Baqarah Ayat 70 dan 71: Terjemah dan Tafsirnya

TAFSIR SURAH AL-BAQARAH ayat 70 dan 71

Al-Baqarah ayat 70 menjadi salah satu potongan kisah yang menggambarkan bagaimana Bani Israil terus mengajukan pertanyaan demi pertanyaan kepada Nabi Musa. Bahkan setelah perintah Allah sudah cukup jelas. Ayat ini tidak hanya menghadirkan dialog, tetapi juga membuka cerminan sikap manusia yang kerap menunda ketaatan dengan dalih ingin memperjelas hal-hal yang sebenarnya telah terang. Dari sini, pembaca diajak untuk merenungkan bagaimana keraguan dan sikap berlebihan dalam bertanya dapat mengaburkan esensi kepatuhan itu sendiri.

Melanjutkan ke ayat berikutnya, rangkaian kisah ini semakin mempertegas bahwa setiap tambahan pertanyaan justru mempersempit pilihan yang ada. Tafsir pada bagian ini mengandung pelajaran mendalam tentang pentingnya kesederhanaan dalam menerima perintah serta bahaya dari sikap bertele-tele dalam beragama. Dengan memahami konteks dan pesan dari ayat 70 hingga 71, kita tidak hanya membaca sejarah, tetapi juga belajar mengenali sikap yang mungkin masih relevan dalam kehidupan saat ini.

Baca juga artikel: Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 69

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 70 dan 71

قَالُوا۟ ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِىَ إِنَّ ٱلْبَقَرَ تَشَٰبَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّآ إِن شَآءَ ٱللَّهُ لَمُهْتَدُونَ (70) قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا ذَلُولٌ تُثِيرُ ٱلْأَرْضَ وَلَا تَسْقِى ٱلْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لَّا شِيَةَ فِيهَا ۚ قَالُوا۟ ٱلْـَٰٔنَ جِئْتَ بِٱلْحَقِّ ۚ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا۟ يَفْعَلُونَ (71)

Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu)”. Musa berkata: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya”. Mereka berkata: “Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya”. Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.”  (QS. Al-Baqarah: 70-71)

Makna Kata

تَشَٰبَهَ: Masih samar atau belum terlalu jelas

لَّا ذَلُولٌ: Secara bahasa, kata ذَلُولٌ (dzalūlun) berarti jinak atau mudah dikendalikan. Dengan demikian, frasa لَا ذَلُولٌ dapat dipahami sebagai sesuatu yang tidak jinak atau tidak mudah diatur.

تُثِيرُ ٱلْأَرْضَ: Membajak tanah.

تَسْقِى ٱلْحَرْثَ: Mengairi kebun.

مُسَلَّمَةٌ: Tidak memiliki cacat sama sekali.

لَّا شِيَةَ فِيهَا: Tidak memiliki tanda atau warna lain kecuali warna asli pada tubuh sapi betina tersebut (belang).

Tafsir

Allah menjelaskan pada surah Al-Baqarah Ayat 70 dan 71 ini, bahwa Bani Israil dikenal keras kepala dan banyak bertanya secara berlebihan kepada Nabi Musa. Padahal, jika mereka langsung menyembelih sapi betina apa saja, itu sudah cukup. Namun karena mereka terus mempersempit dengan banyak pertanyaan, Allah pun memperketat syaratnya. Para ulama seperti Ibnu Abbas menjelaskan bahwa sikap mereka justru menyulitkan diri sendiri.

Akhirnya, dijelaskan bahwa sapi yang dimaksud adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda. memiliki warna kuning cerah yang menyenangkan dipandang. Tidak pernah dipakai bekerja, dan tidak memiliki cacat atau belang sedikit pun. Setelah penjelasan itu menjadi sangat rinci, barulah mereka mengakui kebenarannya, namun tetap hampir tidak melaksanakan perintah tersebut. Hal ini menjadi pelajaran tentang bahaya sikap bertele-tele dan pentingnya segera taat tanpa banyak alasan.

Hikmah Surah Al-Baqarah Ayat 70 dan 71

Berikut ini hikmah-hikmah pelajaran hidup dari Surah Al-Baqarah ayat 70 dan 71 yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Jangan menunda ketaatan
    Jika perintah sudah jelas, segera lakukan tanpa mencari alasan untuk menunda.
  • Hindari bertanya secara berlebihan
    Bertanya itu baik, tetapi jika berlebihan justru bisa mempersulit diri sendiri.
  • Kesederhanaan itu memudahkan
    Menerima sesuatu dengan sederhana akan membuat hidup lebih ringan dan tidak rumit.
  • Jangan memperumit hal yang sudah mudah
    Terlalu banyak pertimbangan yang tidak perlu bisa membuat sesuatu yang mudah menjadi sulit.
  • Segera bertindak setelah jelas kebenarannya
    Mengetahui kebenaran saja tidak cukup, harus diikuti dengan tindakan.
  • Hindari sikap keras kepala
    Sikap ini bisa menghalangi kita dari kebaikan dan membuat proses menjadi lebih panjang.
  • Taat tanpa banyak alasan
    Ketaatan yang tulus adalah ketika kita menjalankan perintah tanpa bertele-tele.
  • Hati-hati dengan kebiasaan menunda
    Menunda kebaikan bisa membuat kita hampir tidak melakukannya sama sekali, seperti yang terjadi pada Bani Israil.

Penutup

Kisah dalam Surah Al-Baqarah ayat 70 dan 71 ini bukan sekadar cerita tentang Bani Israil. Tetapi juga cermin bagi diri kita dalam menyikapi perintah dan kebenaran. Sering kali, manusia terjebak dalam keraguan, banyak alasan, dan sikap menunda, padahal jalan ketaatan sudah terbuka dengan jelas.

Melalui ayat ini, kita diingatkan untuk bersikap sederhana, segera taat, dan tidak mempersulit diri sendiri. Sebab, ketaatan yang ringan adalah ketaatan yang tidak disertai dengan banyak syarat dan alasan.

Share it:

Tags

El Nino

Pengajar pesantren tinggal di Kediri. Dilahirkan di dunia pada 17 Desember 1991. Riwayat pendidikan sudah 17 tahun hidup di pesantren menjadi santri dan pengurus. Tujuan mendirikan web mengajiislam.com untuk menjadi sarana berbagi ilmu yang telah saya pelajari di pondok dan menambah seduluran.

Related Post

Tinggalkan komentar