Banyak orang mengaku beriman kepada Allah, tetapi tidak semua mampu menjaga janji yang telah diikrarkan. Surah Al-Baqarah ayat 84 mengingatkan bahaya besar ketika seseorang mengabaikan perintah Allah demi kepentingan kelompok dan hawa nafsu. Ayat ini menjadi teguran keras bagi Bani Israil yang berulang kali melanggar perjanjian yang mereka sepakati sendiri.
Allah menegur Bani Israil karena mereka saling membunuh dan merampas hak sesamanya. Padahal agama mereka melarang tindakan tersebut dengan tegas. Pada masa jahiliah di Madinah, suku Aus dan Khazraj sering berperang. Kaum Yahudi terbagi menjadi beberapa kelompok yang bersekutu dengan kedua suku itu. Ketika perang terjadi, mereka ikut berperang bersama sekutunya. Mereka bahkan membunuh sesama Yahudi, meskipun tindakan itu bertentangan dengan kitab yang mereka yakini. Melalui ayat ini, Allah mengingatkan bahwa syariat Allah adalah yang utama. Selanjutnya, Allah juga ingin menunjukkan bahwa fanatisme kelompok dapat mendorong seseorang melanggar kebenaran yang sudah jelas.
Baca Juga Artikel Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 83
Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 84
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَكُمْ لَا تَسْفِكُونَ دِمَآءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُونَ أَنفُسَكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ
Wa iż akhażnā mīṡāqakum lā tasfikụna dimā`akum wa lā tukhrijụna anfusakum min diyārikum ṡumma aqrartum wa antum tasy-hadụn
“Dan (i’ngatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.” (QS. Al-Baqarah: 84)
Makna Kata
{سَفْكُ الدِّمَاءِ} (safkud-dimā’) berarti menumpahkan darah, yaitu dengan cara membunuh, melukai, atau melakukan tindakan yang menghilangkan keselamatan jiwa seseorang. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 84, Allah melarang Bani Israil melakukan perbuatan ini karena bertentangan dengan ajaran agama dan merusak kehidupan masyarakat.
Tafsir
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 84, Allah mengingatkan perjanjian yang pernah Dia ambil dari Bani Israil. Allah melarang mereka menumpahkan darah sesama dan mengusir saudaranya dari kampung halaman. Mereka mengakui perjanjian itu dan menyatakan kesediaan untuk mematuhinya. Namun, dalam praktiknya mereka justru melanggar janji tersebut.
Pada masa jahiliah, Kota Madinah sering dilanda peperangan antara suku Aus dan Khazraj. Kaum Yahudi Madinah terbagi menjadi tiga kelompok besar. Bani Qainuqa’ dan Bani Nadhir bersekutu dengan Khazraj. Sedangkan Bani Quraizhah bersekutu dengan Aus. Ketika perang terjadi, setiap kelompok Yahudi membantu sekutunya masing-masing.
Akibatnya, sesama Yahudi saling berperang dan saling membunuh. Mereka juga mengusir saudaranya dari rumah dan kampung halamannya. Mereka merampas harta, perabotan, dan berbagai barang milik sesama Yahudi. Padahal Taurat dengan tegas melarang semua perbuatan tersebut.
Keanehan muncul setelah peperangan berakhir. Mereka tetap menjalankan hukum Taurat dalam urusan tebusan tawanan. Mereka menebus tawanan Yahudi sesuai perintah kitab mereka. Namun, pada saat yang sama mereka mengabaikan larangan membunuh dan mengusir sesama. Karena itu Allah menegur mereka dengan firman-Nya, “Apakah kalian beriman kepada sebagian kitab dan mengingkari sebagian yang lain?”
Melalui ayat ini, Allah menunjukkan besarnya kontradiksi dalam sikap mereka. Mereka menjalankan hukum yang menguntungkan dirinya. Namun mereka meninggalkan hukum yang membatasi hawa nafsunya. Mereka memilih sebagian ajaran Taurat dan mengabaikan bagian lainnya.
Firman Allah, “Janganlah kalian menumpahkan darah kalian sendiri,” mengandung makna yang sangat dalam. Sesama orang beriman ibarat satu tubuh yang saling terhubung. Ketika seseorang menyakiti saudaranya, sebenarnya ia juga merusak dirinya sendiri. Karena itu Allah menyebut pembunuhan sesama sebagai membunuh diri sendiri.
Makna ini sejalan dengan sabda Rasulullah saw. Beliau mengibaratkan kaum mukmin seperti satu tubuh. Ketika satu anggota tubuh merasakan sakit, seluruh tubuh ikut merasakannya. Islam mengajarkan persaudaraan, kasih sayang, dan kepedulian antarsesama.
Allah juga mengingatkan bahwa Bani Israil mengetahui kebenaran hukum tersebut. Mereka tidak melanggar karena ketidaktahuan. Mereka memahami isi Taurat dan mengakui kebenarannya. Namun mereka tetap melanggarnya demi kepentingan dunia dan fanatisme kelompok.
Karena itulah Allah mencela mereka dengan keras. Mereka lebih mengutamakan keuntungan dunia daripada ketaatan kepada Allah. Mereka menjadikan kepentingan politik dan persekutuan sebagai alasan untuk meninggalkan ajaran agama. Sikap seperti inilah yang membawa kehinaan di dunia dan azab yang berat di akhirat.
Ayat ini mengajarkan bahwa seorang mukmin harus menerima seluruh ajaran Allah. Seorang hamba tidak boleh memilih hukum sesuai keinginannya sendiri. Keimanan yang benar menuntut ketaatan yang utuh terhadap seluruh perintah Allah. Inilah pesan utama yang Allah tegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 84 dan ayat setelahnya.
Hikmah Surah Al-Baqarah Ayat 84
Berikut ini hikmah-hikmah pelajaran hidup dari Surah Al-Baqarah ayat 83 yang bisa kita terapkan dalam kehidupan:











Tinggalkan komentar