Sobat Muslim di mana pun kalian berada, jangan pernah meninggalkan shalat sekalipun masih berbuat maksiat. Sebab shalat adalah kewajiban bagi setiap Muslim dan menjadi salah satu jalan untuk mendapat ampunan dan petunjuk dari Allah. Pada ayat 43 surah Al-Baqarah ini akan menjelaskan perintah Allah kepada Ahli Kitab untuk shalat, zakat dan menjadi umat Muhammad saw.
Hal ini memperjelas bahwa shalat adalah perkara penting, Bani Isra’il saja Allah perintahkan untuk shalat dan mengikuti Nabi Muhammad saw. Apalagi kita yang mengaku pengikut beliau, maka sudah sepantasnya menjaga shalat seperti yang disyariatkan Islam.
Supaya lebih jelas, mari kita kupas tuntas penjelasan ayat ini mulai dari terjemahan kata, tafsir dan hikmah yang bisa kita ambil darinya:
Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 43
وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ
Wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta warka’ụ ma’ar-rāki’īn
“Dan tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” QS. Al-Baqarah: 43
Makna Kata
وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ: Dan tegakkanlah shalat. Perintah untuk mendirikan shalat dengan menyempurnakan syarat, rukun, sunnah shalat.
وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ: Dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. Allah perintahkan Ahli Kitab untuk selalu bersama orang-orang beriman mengikuti Muhammad saw.
ٱلرَّٰكِعِينَ: Orang-orang yang ruku’. maksudnya adalah orang-orang yang sedang shalat, dalam kitab Ibnu Katsir menjelaskan bahwa shalat adalah salah satu bentuk taat kepada Allah dan juga salah satu amal ibadah yang paling baik.
Tafsir
Kalimat “وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ” berarti tegakkanlah shalat! Tapi, menegakkan shalat bukan sekadar mengerjakannya saat waktu tiba. Ada proses, tahapan, syarat, dan rukun yang harus dipenuhi agar shalat kita sah dan diterima.
Bayangkan saja seperti saat membangun rumah. Tidak mungkin langsung berdiri begitu saja, kan? Harus dimulai dari memilih lokasi, mengukur tanah, membuat desain, lalu menyusun pondasi hingga akhirnya berdiri sebuah rumah yang kokoh dan nyaman.
Begitu juga dengan shalat. Ada tahap-tahap yang mesti dilewati agar ibadah ini benar-benar “tegak” sesuai tuntunan. Nah, berikut ini adalah syarat dan rukun dalam mengerjakan shalat:
1. Menyempurnakan Syarat Sah Shalat
Dalam kitab Matan Taqrib dijelaskan beberapa syarat sah shalat:
- Suci anggota badan dari hadats besar atau kecil dan najis,
- Menutup aurat dengan pakaian yang suci,
- Berdiri di tempat yang suci,
- Sudah masuk waktu shalat,
- Menghadap arah kiblat.
2. Melaksanakan rukun-rukun shalat
- Niat shalat,
- Berdiri (bagi yang mampu),
- Takbiratul ihram,
- Membaca Al-Fatihah (termasuk basmalah sebagai ayat pertama),
- Rukuk disertai thuma’ninah,
- I’tidal (bangkit dari rukuk) dengan thuma’ninah,
- Sujud dengan thuma’ninah,
- Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah,
- Duduk tasyahud akhir,
- Membaca tasyahud dan shalawat Nabi,
- Salam pertama,
- Berniat mengakhiri shalat,
Menjaga tertib (urutan rukun sesuai ketentuan).
Imam Al-Muqatil dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Al-Baqarah ayat 43 masih merupakan lanjutan dari perintah Allah kepada Ahli Kitab pada ayat sebelumnya.
Dalam ayat ini, beliau menerangkan:
- “وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ” – Allah memerintahkan Ahli Kitab untuk melaksanakan shalat bersama Rasulullah saw.
- “وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ” – Mereka juga mendapat perintah untuk menunaikan zakat dan menyerahkannya kepada Nabi Muhammad saw.
- “وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ” – Ahli Kitab wajib bergabung dengan kaum muslimin dalam mengikuti Rasulullah saw.
Pelajaran penting untuk kita dari ayat ini adalah menjaga shalat dalam kondisi apapun. Karena banyak kebaikan yang akan kita dapat karena kesempurnaan shalat kita.
Keutamaan-Keutamaan Shalat
1. Shalat Tempat Mengadu
Dalam suatu hadits diceritakan bahwa kita seorang hamba membaca Al-Fatihah ketika shalat, maka Allah seperti sedang berbincang-bincang dengan Allah. Anda bisa melihatnya pada hadits HR. Ahmad 7291, Muslim 395.
Hadits lain juga menceritakan bahwa posisi sujud dalam shalat adalah keadaan paling dekat dengan Allah dan dianjurkan untuk memperbanyak doa:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ رواه مسلم
“Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasûlullâh saw bersabda: Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.” HR. Muslim, no. 482
2. Menjaga dari Kemungkaran dan Perbuatan Fasik
Barang siapa yang menyempurnakan shalat maka, Allah mencegahnya dari berbuat maksiat.
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” QS. Al-Ankabut 45
3. Mendapat Pertolongan Allah dan Memperbaiki Hidup
Kita tahu bahwa shalat adalah pembuka pintu pertolongan Allah, tempat kita mengadu kepada-Nya. Maka jika kita mengadukan dan meminta pertolongan kepada Allah yang Mahakuasa dalam shalat-shalat kita. Insyaallah pertolongan-Nya datang dan menyelesaikan masalah dalam hidup kita.
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” QS. Al Baqarah: 45
4. Membersihkan Dosa-Dosa
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,
أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا »
“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667
Hikmah Surat Al-Baqarah Ayat 43
- Menjaga Shalat dalam Segala Keadaan: Seorang Muslim hendaknya tetap menunaikan shalat meskipun dalam kondisi sulit atau sedang terjerumus dalam dosa.
- Kewajiban Menunaikan Zakat: Zakat merupakan bentuk kepedulian sosial dan penyucian harta yang wajib bagi setiap Muslim.
- Bersama dalam Kebaikan dan Jamaah: Allah memerintahkan agar kita senantiasa bersama kaum mukminin dalam beribadah dan menjauhi sikap individualistis dalam agama.
- Menunaikan Shalat secara Sempurna: Melaksanakan shalat tidak cukup secara lahiriah, tetapi harus memenuhi syarat, rukun, serta kekhusyukan agar diterima oleh Allah.
- Shalat sebagai Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah: Momen sujud dalam shalat adalah saat paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya, sehingga perbanyaklah doa.
- Shalat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar: Shalat yang benar sesuai tuntunan Islam akan membentuk karakter mulia dan menjauhkan pelakunya dari maksiat.
- Shalat sebagai Sumber Pertolongan: Dalam menghadapi ujian hidup, seorang Muslim dianjurkan menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong utama.
- Shalat Menghapuskan Dosa-Dosa: Shalat lima waktu memiliki keutamaan dalam menghapus dosa-dosa, sebagaimana seseorang yang mandi lima kali sehari.











Tinggalkan komentar