Al-Baqarah Ayat 67: Terjemah dan Tafsirnya

TAFSIR SURAH AL-BAQARAH 67

Al-Baqarah ayat 67 merupakan ayat yang istimewa dalam surah ini, sebab nama surah Al-Baqarah diambil dari potongan ayat tersebut. Ayat ini menceritakan pada masa Nabi Musa a.s. ada pembunuhan yang tidak diketahui siapa pelakunya. Singkat cerita, mereka mengadukan kepada Nabi Musa a.s. untuk memecahkan misteri ini. Akhirnya Allah mewahyukan kepada beliau as untuk mememrintahkan Bani Israil menyembelih sapi betina.

Mari kita selami makna kandungan ayat ini! Ada banyak pelajaran penting yang bisa kita ambil dan terapkan dalam kehidupan!

Baca juga artikel: Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 66

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 67

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تَذْبَحُوا۟ بَقَرَةً ۖ قَالُوٓا۟ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا ۖ قَالَ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

Wa iż qāla mụsā liqaumihī innallāha ya`murukum an tażbaḥụ baqarah, qālū a tattakhiżunā huzuwā, qāla a’ụżu billāhi an akụna minal-jāhilīn

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina”. Mereka berkata: “Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?” Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”. (QS. Al-Baqarah: 67)

Makna Kata

بَقَرَةً: Sapi betina, sedangkan untuk penyebutan sapi jantan biasanya menggunakan ثَوْرٌ

تَذْبَحُوا۟: Bentuk kata kerja yang berarti “menyembelih”. Berasal dari bentuk masdar ذَبْحٌ yang memiliki makna “memotong dua urat nadi, leher, dan tenggorokan”.

هُزُوًا: ejekan, permainan

ٱلْجَٰهِلِينَ: Orang yang mengatakan atau berbuat sesuatu yang tidak pantas.

Tafsir

Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Tafsir Al-Wajiz dan Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi menjelaskan kronologi kisah Al-Baqarah ayat 67 ini. Pada zaman dulu di kalangan Bani Israil terjadi pembunuhan terhadap orang kaya yang mandul dan tidak memiliki keturunan. Akan tetapi tidak seorang pun yang mengetahui siapa pelaku pembunuhan tersebut, sehingga mereka saling berselisih.

Akhirnya mereka datang kepada Nabi Musa a.s. untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan orang kaya ini. Panjang cerita, dengan izin Allah, Nabi Musa a.s. berhasil mengungkap siapa pelakunya, tiada lain adalah keponakannya sendiri yang ingin segera mewarisi harta saudagar kayat itu.

Hanya saja proses untuk mengungkap pelaku pembunuhan ini yang menjadi masalah karena ulah Bani Israil sendiri. Ketika mereka datang kepada Nabi Musa as meminta bantuan, Beliau a.s. sudah memberikan solusi bedasarkan petunjuk dari Allah.

Nabi Musa a.s. menyuruh Bani Israil untuk menyembelih seekor sapi betina. Namun, Bani Israil justru mengejek beliau a.s. dan menganggapnya tidak serius memberikan petunjuk.

قَالُوٓا۟ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا

“Mereka berkata: “Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?”

Inilah kebiasaan buruk Bani Israil ketika diberi petunjuk, mereka justru meragukan, banyak bertanya dan menentang.

مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ . رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Apa saja yang aku larang, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyak bertanya dan menyelisihi perintah nabi-nabi mereka.” (HR. Bukhari, no. 7288 dan Muslim, no. 1337)

Allah juga menceritakan bahwa Bani Israil jika tidak cocok dengan seorang Nabi tidak hanya membantah bahkan mereka berani membunuh.

أَفَكُلَّمَا جَآءَكُمْ رَسُولٌۢ بِمَا لَا تَهْوَىٰٓ أَنفُسُكُمُ ٱسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ

“Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong diri; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?” (QS. Al-Baqarah: 87)

  فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنۢبِيَآءَ ٱللَّهِ مِن قَبْلُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?” (QS. Al-Baqarah: 91)

Hikmah Surah Al-Baqarah Ayat 67

Beriktu ini hikmah-hikmah pelajaran hidup dari Surah Al-Baqarah ayat 67 yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Segera taat tanpa banyak alasan → Jangan menunda atau memperumit perintah Allah.
  • Jangan meremehkan perintah Allah → Sikap mengejek atau meragukan bisa menjerumuskan pada kesesatan.
  • Hindari terlalu banyak bertanya yang tidak perlu → Bisa membuat urusan yang mudah menjadi sulit.
  • Tunduk pada kebenaran, meski tidak sesuai keinginan → Iman diuji saat perintah tidak sejalan dengan hawa nafsu.
  • Jangan mengikuti kebiasaan buruk umat terdahulu → Ambil pelajaran, bukan meniru kesalahan mereka.
  • Hormati dan percaya kepada para nabi/ulama → Jangan meremehkan pembawa kebenaran.
  • Ketaatan lebih penting daripada logika pribadi → Tidak semua perintah harus dipahami dulu baru dijalankan.
  • Jauhi sifat keras kepala dan suka membantah → Itu tanda hati yang tidak sehat.
  • Kesederhanaan dalam beragama itu mudah → Jangan dipersulit oleh sikap sendiri.
  • Ikhlas menjalankan perintah Allah → Tanpa debat, tanpa penolakan, tanpa syarat.

Penutup

Ayat ini mengajarkan bahwa taat kepada Allah harus penuh keikhlasan dan tanpa banyak membantah. Sikap Bani Israil yang meremehkan dan mempersulit perintah justru menjadi sebab kesulitan bagi mereka sendiri. Hal ini menjadi peringatan agar kita tidak mengulang kesalahan yang sama dalam kehidupan.

Semoga kita termasuk hamba yang segera taat ketika diperintahkan, tanpa banyak alasan, serta senantiasa tunduk kepada kebenaran. Dengan begitu, hidup kita akan lebih mudah, penuh keberkahan, dan selalu berada dalam ridha Allah.

Share it:

Tags

El Nino

Pengajar pesantren tinggal di Kediri. Dilahirkan di dunia pada 17 Desember 1991. Riwayat pendidikan sudah 17 tahun hidup di pesantren menjadi santri dan pengurus. Tujuan mendirikan web mengajiislam.com untuk menjadi sarana berbagi ilmu yang telah saya pelajari di pondok dan menambah seduluran.

Related Post

Tinggalkan komentar