Al-Baqarah Ayat 66: Terjemah dan Tafsirnya

TAFSIR SURAH AL-BAQARAH 66

Setiap kisah atau kejadian harus menjadi pelajaran berharga bagi setiap manusia, sehingga menjadi lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan. Dalam Al-Baqarah ayat 65 Allah mengisahkan bahwa Dia menghukum Bani Israil menjadi kera karena pelanggaran mereka. Pada Surah Al-Baqarah ayat 66 ini Allah kembali menegaskan kepada umat berikutnya agar benar-benar bisa mengambil pelajaran.

Mari kita pelajari bersama makna ayat ini supaya benar-benar merasuk dalam benak kita. Dengan begitu kita akan menjadi pribadi yang selalu takut untuk melanggar aturan Allah dan selalu mengejar ridha-Nya.

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 66

فَجَعَلْنَٰهَا نَكَٰلًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ

Fa ja’alnāhā nakālal limā baina yadaihā wa mā khalfahā wa mau’iẓatal lil-muttaqīn

“Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan/hukuman bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 66)

Makna Kata

نَكَٰلًا: (Peringatan/Hukuman yang dahsyat) memberikan efek jera kepada pelanggar aturan Allah serta membuat orang lain yang belum melakukannya takut melanggar.

لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا: (bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian) Hukuman itu menjadi pelajaran bagi umat manusia pada masa itu (khususnya Bani Israil) dan juga untuk umat-umat berikutnya termasuk umat Nabi Muhammad saw.

مَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ: (menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa), Yang mampu mengambil peringatan Allah sebagai pelajaran hidup hanyalah orang-orang yang bertakwa.

Tafsir

Setelah Bani Israil melanggar perjanjian dengan Allah untuk memuliakan hari Sabtu sebagai hari ibadah, mereka justru menyiasatinya dengan tetap mencari ikan. Akibat pelanggaran tersebut, Allah memberikan hukuman kepada mereka dengan mengubah wujud mereka menjadi kera.

فَلَمَّا عَتَوْا۟ عَن مَّا نُهُوا۟ عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ

“Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina.” (QS. Al-A’raf: 166)

Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi umat manusia di masa itu dan juga umat-umat berikutnya. Dengan demikian, kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan Bani Israil tidak terulang kembali. Semua wajib tunduk dan patuh dengan aturan-aturan Allah, tidak boleh sekalipun mencoba untuk merusaknya dengan cara apapun.

Dalam kisah Bani Israil yang melanggar hari Sabtu sebenarnya mereka tetap beribadah, hanya saja mereka memasang perangkap ikan. Namun sekali lagi, aturan Allah tidak boleh dilanggar atau diakali dengan cara apa pun. Akhirnya para pelaku pelanggaran mendapat hukuman yang berat dari Allah Ta’ala.

Tragedi ini harus menjadi peringatan bagi siapa saja yang hidup di masa itu ataupun yang akan datang supaya tidak melanggar aturan-aturan Allah. Tapi sayangnya hanya orang-orang beriman dan bertakwalah yang bisa mengambil pelajaran dari kisah-kisah umat terdahulu. Sehingga Allah menekankan pada penutup ayat 66 Surah Al-Baqarah:

وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ

“Serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.”

Pada ayat lain Allah juga menjelaskan yang sama sebagaimana berikut:

سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ . وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ

Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran (peringatan), dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.” (QS. Al-A’la: 10-11)

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Adz-Dzariyat: 55)

Hikmah Surah Al-Baqarah Ayat 66

Beriktu ini hikmah-hikmah pelajaran hidup dari Surah Al-Baqarah ayat 66 yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Setiap kisah adalah pelajaran → Jangan ulangi kesalahan umat terdahulu.
  • Larangan Allah tidak boleh disiasati → Cara yang salah tetap salah, meski tujuannya baik.
  • Taat harus menyeluruh → Bukan hanya ibadah, tapi juga meninggalkan larangan.
  • Belajar dari orang lain → Tidak harus merasakan hukuman untuk sadar.
  • Takut kepada Allah itu penting → Menjadi benteng dari pelanggaran.
  • Takwa membuka hati → Hanya yang bertakwa bisa mengambil pelajaran.
  • Jangan remehkan dosa kecil → Pelanggaran kecil bisa berakibat besar.
  • Konsisten dalam ketaatan → Istiqamah lebih penting daripada sesaat.
  • Terbuka terhadap nasihat → Jangan keras hati saat diingatkan.
  • Kejar ridha Allah → Jadikan itu tujuan utama dalam hidup.

Penutup

Sebagai penutup, ayat ini mengajarkan bahwa setiap peringatan dari Allah bukan sekadar kisah, tetapi pelajaran agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ketaatan harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, tanpa disiasati, dan dilandasi rasa takut kepada-Nya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang bertakwa, yang mampu mengambil pelajaran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setiap langkah kita selalu mengarah pada ridha Allah.

Share it:

Tags

El Nino

Pengajar pesantren tinggal di Kediri. Dilahirkan di dunia pada 17 Desember 1991. Riwayat pendidikan sudah 17 tahun hidup di pesantren menjadi santri dan pengurus. Tujuan mendirikan web mengajiislam.com untuk menjadi sarana berbagi ilmu yang telah saya pelajari di pondok dan menambah seduluran.

Related Post

Tinggalkan komentar