spot_img

Merasa Diri Paling Suci Adalah Di Antara Tipu Daya Setan

Mengaji Islam – Setan sebagai musuh yang nyata bagi manusia tidak pernah kehabisan cara untuk menjerumuskan manusia dalam keburukan. Tipu dayanya membuat sesuatu yang sejatinya salah, seolah terlihat menjadi benar. Salah satu tipu daya yang paling berbahaya adalah membuat manusia merasa suci dan merasa aman dari dosa. Dengan tipu daya ini, manusia dapat terjebak dalam kesombongan dan kehilangan kesadaran diri atas kekurangan dan dosa yang mereka perbuat.

Fenomena merasa diri suci bukanlah hal yang baru. Dalam berbagai kesempatan, manusia sering kali terjerumus dalam perasaan ini tanpa sadar. Mereka merasa lebih baik, lebih benar, dan lebih suci daripada orang lain. Padahal, sikap ini bertentangan dengan ajaran agama yang mengajarkan kerendahan hati dan introspeksi diri. Artikel ini akan membahas bagaimana merasa diri paling suci adalah salah satu tipu daya setan dan bagaimana ajaran Islam melarang sikap tersebut.

Baca juga artikel : Manusia Tidak Takut Neraka

Table of Contents

Di Antara Tipu Daya Setan: Merasa Diri Paling Suci

Setan selalu mencari celah untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesalahan. Salah satu tipu dayanya adalah membuat manusia merasa diri mereka suci. Dengan perasaan ini, manusia bisa terjebak dalam kesombongan dan keangkuhan, yang pada akhirnya menjauhkan mereka dari jalan kebenaran.

  1. Perasaan Aman dari Dosa: Setan membuat manusia merasa bahwa mereka aman dari dosa dan tidak perlu khawatir akan kesalahan yang telah mereka lakukan.
  2. Kesombongan: Perasaan suci membuat manusia beranggapan lebih baik dan lebih mulia daripada orang lain, yang pada akhirnya menimbulkan kesombongan.
  3. Menganggap Ringan Kesalahan: Dengan merasa suci, manusia cenderung menganggap ringan kesalahan dan dosa yang mereka perbuat, karena merasa sudah berada pada posisi yang benar.
  4. Menjauhkan dari Taubat: Sikap merasa suci menghalangi manusia untuk bertaubat dan memperbaiki diri, karena mereka merasa tidak memerlukan perbaikan.

Allah ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Maka janganlah kalian menganggap suci (dari dosa). Dia yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa” (QS. An Najm:32).

Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui siapa yang benar-benar bertakwa dan kita tidak boleh merasa diri paling suci. Syaikh Abdurrahman As-Si’di menjelaskan bahwa terlarangnya orang beriman untuk memuji diri mereka sendiri adalah untuk mencegah kesombongan dan menjaga kerendahan hati (Taisir Karimir Rahman).

Baca juga artikel : Allah Selalu Menunggu Taubat Hamba-Nya

Larangan Menganggap Diri Paling Suci dalam Islam

Ajaran Islam dengan tegas melarang umatnya untuk menganggap diri suci. Sikap ini tidak hanya berbahaya bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga dapat merusak hubungan sosial dan spiritual.

Contoh Yahudi dan Nasrani: Al-Qur’an mencela kebiasaan orang Yahudi dan Nasrani yang merasa diri mereka suci dan menganggap hanya mereka yang layak masuk surga.

وَقَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَةً

“Dan mereka berkata, ‘Kami tidak akan tersentuh api neraka kecuali beberapa hari saja” (QS. Al Baqarah: 80).

وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَى

“Dan mereka berkata, ‘Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani” (QS. Al Baqarah: 111).

Ketergantungan pada Allah: Sikap merasa diri suci menunjukkan ketergantungan pada diri sendiri daripada ketergantungan pada Allah. Allah ta’ala berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنْفُسَهُمْ بَلِ اللَّهُ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya suci (dari dosa)? Sebenarnya Allah mensucikan siapa yang dia kehendaki dan mereka tidak terdholimi sedikit pun” (QS. An-Nisa: 49).

Hadits Rasulullah:

لاَ تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمُ اللَّهُ أَعْلَمُ بِأَهْلِ الْبِرِّ مِنْكُمْ

Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian menganggap diri kalian suci, Allah lebih tahu akan orang-orang yang berbuat baik di antara kalian” (HR. Muslim).

Hadits ini memperingatkan kita agar tidak merasa diri paling suci dan selalu mengingat bahwa Allah lebih mengetahui siapa yang benar-benar baik.

Contoh Para Salaf: Nabi Muhammad saw dan para salaf tidak pernah menganggap diri mereka suci. Meskipun telah dijamin surga, Nabi tetap shalat malam hingga kakinya bengkak. Hasan al Bashri rahimahullah, meski banyak ilmu dan amalnya, tetap menangis karena teringat akan satu dosa.

Poin Penting:

Larangan menganggap diri suci adalah untuk menjaga kerendahan hati.

  1.  Sikap merasa suci dapat menghalangi seseorang dari taubat.
  2. Rasulullah dan para salaf selalu menunjukkan kerendahan hati meskipun memiliki keutamaan besar.

Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata, “Barangsiapa mendapat musibah berupa sikap berbangga diri, maka pikirkanlah aibnya sendiri. Jika semua aibnya tidak terlihat sehingga ia menyangka tidak memiliki aib sama sekali dan menganggap dirinya suci, maka ketahuilah sesungguhnya musibah dirinya tersebut akan menimpa dirinya selamanya. Sesungguhnya ia adalah orang yang paling lemah, paling lengkap kekurangannya, dan paling besar kecacatannya” (Al-Akhlaq wa as-Siyar fii Mudawah an-Nufus).

Dengan memahami bahwa merasa diri paling suci adalah salah satu tipu daya setan, kita dapat menjaga diri dari kesombongan dan selalu berusaha untuk rendah hati dan introspeksi diri. Semoga Allah ta’ala menghindarkan kita dari sikap merasa suci dan memudahkan kita dalam menggapai surga-Nya. Aamiin.

El Nino
El Ninohttps://www.mengajiislam.com
Pengajar pesantren tinggal di Kediri. Dilahirkan di dunia pada 17 Desember 1991. Riwayat pendidikan sudah 17 tahun hidup di pesantren menjadi santri dan pengurus. Tujuan mendirikan web mengajiislam.com untuk menjadi sarana berbagi ilmu yang telah saya pelajari di pondok dan menambah seduluran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

1,000FansSuka
50PengikutMengikuti
360PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles