spot_img

Harta itu Sebagai Cobaan : Benarkah?

Mengaji Islam – Benarkah harta itu sebagai cobaan atau bekrah? Semua orang sudah mengenal apa itu harta. Kedudukan harta sangatlah tinggi di hati manusia, menjadi sesuatu yang mereka cintai dan berharga. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ (6) وَإِنَّهُ عَلَى ذَلِكَ لَشَهِيدٌ (7) وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ (8)

“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.” (Qs. Al-Aadiyat: 6-8)

Harta adalah satu tuntutan kebutuhan pokok manusia untuk hidup di setiap tempat dan zaman, kecuali di akhir zaman, di mana harta berlimpah ruah sehingga tidak ada seorangpun yang mau menerimanya karena tidak dapat memanfaatkannya. Waktu itu orang sangat semangat untuk sholat dan ibadah yang tentunya lebih baik dari dunia dan seisinya, karena mereka mengetahui dekatnya hari kiamat setelah turunnya nabi Isa. Rasulullah saw bersabda,

وَ الَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَيُوْشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيْكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا وَ إِمَامًا عَدْلاً فَيُكْسِرُ الصَّلِيْبَ وَ يَقْتُلُ الْخِنْزِيْرَ وَ يَضَعُ الْجِزْيَةَ وَ يَفِيْضُ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ وَ حَتَّى تَكُوْنَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَ مَا فِيْهَا

“Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, telah dekat turunnya Ibnu Maryam pada kalian sebagai pemutus hukum dan imam yang adil, lalu ia menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus upeti, dan harta melimpah ruah sehingga tidak ada seorang pun yang menerimanya, hingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR Ahmad, dan At-Tirmidzi dan dinilai shahih oleh al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ no. 7077)

Harta sebagai Fitnah (Cobaan)

Harta adalah salah satu fitnah (cobaan) yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Allah berfirman,

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Qs. Al-Anfaal/8: 28)

  1. Harta dapat menjadi fitnah besar bagi umat Islam yang merusak dan meluluhlantakkan seluruh persendian mereka.
  2. Harta dapat membuat akal dan hati manusia terkendalikan olehnya sehingga lambat laun lemahlah kondisi mereka.
  3. Rasulullah saw bersabda, إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ “Sesungguhnya setiap umat mendapatkan fitnah dan fitnah umat ini adalah harta.” (HR Ahmad)

Fitnah harta telah melanda umat Islam di seluruh penjuru dunia dan menyeret mereka kepada bencana yang demikian hebatnya. Hal ini terjadi setelah kaum Muslimin mendapatkan kemenangan dan penaklukan negara-negara besar seperti Romawi dan Persia.

Harta antara Nikmat dan Cobaan (Bencana)

Salah satu syahwat terbesar yang ingin manusia miliki adalah harta, namun juga bisa menjadi salah satu sebab mendekatkan diri kepada Allah. Harta menjadi tiang kehidupan seseorang. Ketika seseorang berusaha mendapatkan harta yang halal untuk membeli rumah, menikah, dan memiliki anak yang shalih serta berbahagia dengan keluarga dan hartanya, maka hal ini wajib dia perhatikan. Mukmin yang kuat lebih baik dari yang lemah, seperti sabda Rasulullah saw:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ ـ لكن النبي عليه الصلاة والسلام رفيق قال : وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ

Dengan demikian, ada anjuran menjadi hartawan apabila cara mendapatkannya sesuai dengan ajaran Islam, sebab harta adalah kekuatan dalam pengertian kesempatan yang diberikan kepada hartawan dalam amal shalih tidak terbatas dan terhitung.

Dengan hartanya, seseorang bisa menikahkan para pemuda, mengobati orang sakit, menyantuni para janda, dan memberi makan anak yatim serta orang miskin.

Nabi saw bersabda,

 لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

“Tidak boleh iri (dengki) kecuali kepada dua hal. (Yaitu kepada) seorang yang Allah berikan kepadanya harta lalu dia menguasainya dan membelanjakannya di jalan yang haq (benar) dan seorang yang Allah berikan hikmah (ilmu) lalu dia melaksanakannya dan mengajarkannya (kepada orang lain)”

Harta dapat menjadi sebab seseorang masuk surga, namun juga bisa membuat seseorang terjerumus ke dalam neraka jahannam. Semua tergantung kepada dari mana mendapatkannya dan bagaimana menggunakannya. Oleh karena itu, manusia akan ditanya di hari kiamat tentang hartanya: di mana ia mendapatkannya dan ke mana ia membelanjakannya.

Mengelola Harta dengan Bijak

Islam mengajarkan bagaimana mengelola harta dengan bijak sehingga dapat membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Berikut beberapa poin penting dalam mengelola harta menurut ajaran Islam:

1. Mencari Harta dengan Cara Halal

  • Memastikan setiap rupiah yang didapatkan berasal dari sumber yang halal.
  • Menghindari praktik riba, penipuan, dan kecurangan dalam berbisnis.

2. Membelanjakan Harta di Jalan yang Benar

  • Mengutamakan kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.
  • Mengeluarkan zakat dan sedekah untuk membersihkan harta dan membantu sesama.

3. Menabung dan Berinvestasi untuk Masa Depan

  • Menyisihkan sebagian harta untuk tabungan dan investasi yang halal.
  • Menghindari pemborosan dan gaya hidup yang berlebihan.

4. Berbagi dengan Sesama

  • Membantu kaum dhuafa, anak yatim, dan fakir miskin dengan harta yang dimiliki.
  • Rasulullah saw bersabda, خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR Ahmad)

Dengan mengikuti prinsip-prinsip ini, harta itu bukan sebagai cobaan melainkan harta menjadi sumber kebahagiaan di dunia. Serta menjadi bekal yang berharga untuk kehidupan di akhirat. Pengelolaan harta yang bijak dan sesuai dengan syariat Islam akan membawa keberkahan dan kebahagiaan yang hakiki.

El Nino
El Ninohttps://www.mengajiislam.com
Pengajar pesantren tinggal di Kediri. Dilahirkan di dunia pada 17 Desember 1991. Riwayat pendidikan sudah 17 tahun hidup di pesantren menjadi santri dan pengurus. Tujuan mendirikan web mengajiislam.com untuk menjadi sarana berbagi ilmu yang telah saya pelajari di pondok dan menambah seduluran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

1,000FansSuka
50PengikutMengikuti
360PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles