Syubhat Adalah, Berikut Ini Penjelasannya

Syubhat adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab yang berarti samar-samar atau ambigu. Istilah ini biasanya digunakan dalam konteks agama untuk menggambarkan sesuatu yang tidak jelas apakah hal tersebut benar atau salah secara moral atau etika.

Dalam agama Islam, ada beberapa hal yang dikategorikan sebagai syubhat, yaitu sesuatu yang tidak jelas apakah hal tersebut diperbolehkan atau dilarang dalam agama.

Syubhat sering muncul dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menimbulkan rasa ragu atau kebingungan bagi seseorang yang ingin melakukan sesuatu yang sesuai dengan ajaran Islam. Misalnya, seseorang mungkin merasa ragu apakah boleh atau tidak boleh menonton film yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, atau apakah boleh atau tidak boleh berinvestasi dalam sebuah bisnis yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Untuk menghindari terjerumus ke dalam tindakan yang salah atau tidak sesuai dengan ajaran Islam, seseorang yang merasa ragu tentang sesuatu yang berhubungan dengan agama harus mencari tahu lebih lanjut dan meminta nasihat dari orang yang lebih berpengalaman atau dari seorang ulama.

Selain itu, seseorang juga harus memahami prinsip-prinsip dasar Islam seperti yang terdapat dalam Al-Quran dan Hadits agar dapat memahami apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan dalam agama.

Jadi, pengertian syubhat dalam ajaran Islam adalah sesuatu yang tidak jelas apakah hal tersebut diperbolehkan atau dilarang dalam agama. Seseorang yang merasa ragu tentang sesuatu yang berhubungan dengan agama harus mencari tahu lebih lanjut dan meminta nasihat dari orang yang lebih berpengalaman atau dari seorang ulama agar tidak terjerumus ke dalam tindakan yang salah atau tidak sesuai dengan ajaran agama.

Baca juga artikel tentang : Do’a minta petunjuk kepada Allah

Berikut ini beberapa contoh syubhat :

Menonton film atau tayangan televisi yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam terutama jika tayangan tersebut mengandung unsur-unsur yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam seperti kekerasan, kejahatan, atau seksualitas yang dianggap tidak pantas.

Berinvestasi dalam sebuah bisnis yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Seperti bisnis yang menjual produk-produk yang tidak halal atau yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Mengikuti kegiatan-kegiatan sosial yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Seperti kegiatan pesta atau acara-acara yang mengandung unsur-unsur yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Dalil tentang permasalahan syubhat dalam agama Islam dapat ditemukan dalam Al-Quran dan Hadits. Berikut ini beberapa ayat Al-Quran dan hadits yang berkaitan dengan permasalahan syubhat:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya” (QS. Al-Isra’ [17]: 36)

Sungguh yang halal itu jelas, dan sungguh yang haram pun juga jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat–yang masih samar yang banyak manusia tidak mengetahuinya. Barang siapa yang menjaga diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus ke dalam perkara syubhat, maka ia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya. Ingatlah di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka seluruh jasad akan ikut baik. Jika ia rusak, maka seluruh jasad akan ikut rusak. Ingatlah segumpal daging itu adalah hati (jantung).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari ayat Al-Quran dan hadits tentang syubhat, dapat diambil kesimpulan bahwa seseorang yang merasa ragu tentang sesuatu yang berhubungan dengan agama harus mencari tahu lebih lanjut dan meminta nasihat dari orang yang lebih berpengalaman atau dari seorang ulama agar tidak terjerumus ke dalam tindakan yang salah atau tidak sesuai dengan ajaran agama. Selain itu, seseorang juga harus memahami prinsip-prinsip dasar Islam seperti yang terdapat dalam Al-Quran dan Hadits agar dapat memahami apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan dalam agama.

Tinggalkan komentar