Do’a Minta Jodoh Yang Baik Dalam Ajaran Islam

Do’a Minta Jodoh Yang Baik Dalam Ajaran Islam – Bagi yang sedang galau karena belum bertemu jodohnya dan ditambah lagi selalu mendapat pertanyaan “kapan nikah – kapan nikah?”

Tenang Allah menciptakan manusia di dunia ini berjodoh-jodoh dan semua pasti bertemu pada waktu dan tempat yang tepat.

Jadi kalaupun kamu sampai umur sekarang masih belum bertemu dengan jodoh bukan berarti kamu akan menjadi jomblo selamanya. Tapi jodoh kamu memang belum bertemu dan kamu masih harus sabar menunggu dengan usaha dan do’a.

berbicara tentang sabar menunggu jodoh dengan usaha dan do’a, apakah ada dalam Islam do’a minta jodoh yang baik secara khusus?

Baca juga artikel tentang: Cara agar do’a cepat terkabul

Table of Contents

Adakah Do’a Minta Jodoh Yang Baik Dalam Islam

Secara nas dari Al-Qur’an ataupun hadits selama admin belajar belum menemukan lafadz khusus tentang do’a minta jodoh yang baik. Yang banyak didapati adalah Do’a minta kebaikan dunia dan akhirat.

Dalam riwayat Anas bin Malik ra berkata:

كَانَ أَكْثَرُ دَعْوَةٍ يَدْعُو بِهَا رَسُولُ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Doa yang paling sering dipanjatkan Nabi saw: ALLAHUMMA RABBANAA  AATINAA FID-DUNYAA HASANAH WA FIL AAKHIRATI HASANAH WA QINAA ADZAABAN NAAR” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Aisyah ra (istri Rasulullah saw) berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ الْجَوَامِعَ مِنَ الدُّعَاءِ، وَيَدَعُ مَا سِوَى ذَلِكَ

“Rasulullah saw menyukai jawami’ ad-dua (doa yang kalimatnya padat namun luas maknanya). Dan beliau tinggalkan yang lainnya. (HR. Ahmad, Abu Daud)

dari dua hadits di atas menunjukkan bahwa Rasulullah saw mengajarkan umatnya supaya selalu berdo’a kepada Allah untuk kebaikan secara umum dunia dan akhirat.

Tapi bukan berarti kita tidak boleh berdo’a untuk segera mandapat jodoh. Semua berhak meminta apapun yang baik kepada Allah dan Allah SWT siap untuk mengabulkan do’a-do’a hamba-Nya.

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ ۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” QS. Al-Baqarah: 186

Jadi do’a minta jodoh yang baik secara khusus dalam agama Islam diperbolehkan tapi kamu harus mengiringinya dengan usaha memantaskan diri untuk menjadi baik.

Do’a Nabi Musa as

Nabi Musa as pernah melewati masa yang sulit dalam kehidupanya setelah lari dari Mesir bersembunyi dari tentara Fir’aun.

Ketika itu Nabi Musa as sedang berteduh di bawah pohon, melihat ada dua gadis (putri Nabi Syu’aib as) menjauh dari keremununan laki-laki yang sedang mengambil air.

Dua gadis tersebut tidak berani bergabung dengan kerumunan orang walaupun kambingnya sudah kehausan. Ketika sekumpulan manusia itu bubaran mereka berdua baru berani mangambil sisa-sisa air yang ada.

Lantas Nabi Musa as mendatangi mereka berdua dan menanyakan “kenapa kalian tidak langsung ikut mengambil air bersama mereka?”

Mereka menjawab: “Kami tidak dapat mengambil air kecuali sesudah orang-orang itu selesai, karena kami tidak kuat berebut dan berdesak-desakan dengan orang banyak itu. Bapak kami sudah sangat tua, karena itu tidak pula sanggup datang kemari untuk mengambil air. Itulah sebabnya kami terpaksa duduk saja di sini menunggu orang-orang itu pergi. Kami hanya dapat mengambil air, jika ada sisa-sisa air yang ditinggalkan mereka.”

Karena rasa kasihan Nabi Musa as turun tangan membantu mengambilkan air walaupun tidak diminta oleh mereka.

Setelah mengambilkan air Nabi Musa as kembali berteduh dan beristirahat. Beliau sangat lelah karena beberapa hari tidak makan kecuali dedaunan.

Kemudian Nabi Musa as berdo’a kepada Allah

رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ

Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khoirin faqiir.

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashash: 24)

Nabi Musa as kala itu ingin mendapat pertolongan dan rezeki dari Allah karena sudah melawati masa yang sangat sulit.

Dari kebaikan dan keikhlasan do’a Nabi Musa as, Allah beri balasan yaitu Nabi Syu’aib as mengangkat beliau menjadi pekerja sekaligus menjadikannya mantu.

Sebenarnya do’a yang Nabi Musa as panjatkan pada QS. Al-Qashash: 24 bukan berfokus pada do’a minta jodoh yang baik. Melainkan do’a minta pertolongan kepada Allah untuk tetap bisa kuat menjalani ujian yang beliau alami.

Do’a Nabi Zakariya as

Pada surat Al Anbiya ayat 89 yang berbunyi:

رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَ أَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ

Rabbi laa tadzarnii fardaw wa anta Khairul waaritsiin.

Arti dari doa ini adalah “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.”

Banyak beredar di internet bahwa do’a Nabi Zakaria as ini adalah do’a minta jodoh yang baik. Mungkin secara terjemahan kelihatan kalimat (“لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا” janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri) seperti meminta pendamping.

Tapi secara historis dan tafsir bahwa maksud Nabi Zakariya as do’a seperti itu karena beliau minta kepada Allah untuk memberikan keturunan bukan minta pendamping hidup.

Kesimpulan

Do’a minta jodoh yang baik secara khusus dalam Islam itu diperbolehkan tapi alangkah baiknya sering-sering meminta kebaikan secara umum untuk dunia dan akhirat kita.

Do’a minta jodoh yang beredar di internet seperti do’a Nabi Musa as dan Nabi Zakariya as itu secara tafsir dan historisnya bukan do’a minta jodoh.

Itulah penjelasan do’a minta jodoh yang baik dalam Islam. Admin sudah panjang lebar jelaskan semoga bisa kamu faham dan terimakasih sudah membaca.

Tinggalkan komentar