Adab Muadzin Ketika Adzan Sesuai Sunnah

Menjadi seorang muadzin maka harus tahu terlebih dahulu adab muadzin ketika adzan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Kenapa harus begitu?

Adzan adalah panggilan untuk shalat dan termasuk sesuatu yang sakral dalam agama Islam. Maka sebagai muadzin wajib tahu bagaimana dan apa saja adab ketika mengumandangkan adzan.

Sangat tidak dibenarkan bila adzan dikumandangkan dengan cara asal-asalan dan tidak memperhatikan adab-adabnya. Hal ini bisa termasuk penghinaan terhadap agama Islam.

Untuk lebih jelas apa saja adab muadzin ketika adzan simak penjelasan berikut ini, insyaallah admin sertakan dalil-dalil yang maqbul.

Adab-Adab Muadzin Ketika Adzan Beserta Dalilnya

Melakukan suatu amalan dalam agama Islam kalau tidak disertai oleh dalil Al-Qur’an atau hadits bisa menyebabkan amalan tersebut tertolak. Maka dalam agama Islam sangat dianjurkan bagi pemeluknya tahu dasar dari setiap amalan mereka.

Baca juga artikel Keutamaan Do’a Setelah Adzan

Nah dalam masalah adab muadzin ketika adzan juga harus memiliki dasar yang jelas dari Al-Qur’an ataupun hadits Nabi saw. Okay berikut ini adab-adab muadzin:

Dalam Keadaan Suci

Adab muadzin ketika adzan yang pertama adalah sudah dalam kondisi suci dari hadats kecil ataupun besar. Kita tahu bahwa adzan adalah seruan untuk shalat dan lafadz-lafadznya suci, maka sungguh kurang pantas bila yang mengumandangkannya tidak dalam kondisi suci juga.

إني كرهت أن أذكر الله عز وجل إلا على طهارة

“Sesungguhnya aku tidak suka berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla kecuali dalam keadaan suci”. Atau beliau mengatakan, “kecuali dengan bersuci.” HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad

Berdiri Ketika Adzan

Yang kedua seorang muadzin harus berdiri ketika mengumandangkan adzan. Dalam suatu riwayat ketika shalat seorang muslim wajib melakukannya dengan berdiri, bila tidak mampu boleh dengan duduk dan seterusnya.

Hal ini alangkah baiknya juga dilakukan oleh seorang muadzin ketika mengumandangkan adzan. Jika dia mampu berdiri hendaklah berdiri, jika tidak bisa boleh dengan duduk.

Menghadap Kiblat

Menurut ijma’ ulama (Kesepakatan para ulama) bahwa sorang muadzin harus berdiri selain itu dia juga harus menghadap ke arah kiblat ketika adzan.

Memasukkan Jari Telunjuk Ke Telinga

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Imam Nawawi berkata sebagai berikut;

وجعل مسبحتيه أي أنملتهما  بصماخيه  لأنه أجمع للصوت

“Dan hendaknya muadzin meletakkan kedua jari telunjuknya pada kedua lubang telinganya. Karena hal itu lebih mengumpulkan suara (sehinga lebih keras).”

Menyambung Dua Takbir (Tidak Menjeda)

Adab muadzin ketika adzan berikutnya adalah menyambung antara 2 takbir. Jadi ketika melafadzkan 2 kalimat takbir langsung tersambung “Allahu Akbar Allahu Akbar“.

Sebagaimana hadits yang telah diriwayatkan dalam kitab Imam Muslim dan Imam Abu Dawud dari sahabat Umar bin Khattab ra.

Menoleh Ke Kanan Dan Ke kiri Ketika Melafadzkan “Hayya Alash Sholah, Hayya Alal Falah”

Adab muadzin ketika adzan yang satu ini sudah jarang melakukannya orang muslim karena sudah ada spiker yang menghadap arah kanan dan kiri atau bahkan semua arah mata angin.

رَأَيْتُ بِلَالًا خَرَجَ إِلَى الْأَبْطَحِ فَأَذَّنَ فَلَمَّا بَلَغَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، لَوَى عُنُقَهُ يَمِينًا وَشِمَالًا

Aku melihat Bilal keluar ke atap lalu ia mengumandangkan adzan, ketika sampai “Hayya alash sholah, hayya alal falah”, lehernya menoleh ke kanan dan kiri.

Melantangkan Serta Membaguskan Suara Ketika Adzan

Seorang muadzin dihasung memiliki suara yang lantang dan merdu. Dengan suara lantang akan banyak orang yang mendengarnya dan suara merdu supaya tidak menyebabkan orang berpaling dari adzan.

إِنَّهَا لَرُؤْيَا حَقٌّ إِنْ شَاءَ اللَّهُ، فَقُمْ مَعَ بِلَالٍ فَأَلْقِ عَلَيْهِ مَا رَأَيْتَ، فَلْيُؤَذِّنْ بِهِ، فَإِنَّهُ أَنْدَى صَوْتًا مِنْكَ

“Itu adalah mimpi yang benar insyaAllah. Bangkitlah bersama Bilal, lalu sampaikan mimpimu kepadanya! Kemudian perintahkan dia untuk mengumandangkan adzan dengan tata cara tersebut, karena suaranya lebih nyaring daripada suaramu.” HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah.

Bagaimana sekarang sobat muslim sudah faham belum tentang macam-macam adab muadzin ketika adzan. Yuk jaga adab dalam situasi apapun terutama ketika berkaitan tentang agama.

Tinggalkan komentar