Shalawat Tarhim, Lirik Arab, Latin dan Artinya

Shalawat Tarhim yang biasa diputar menjelang adzan subuh, menambah nuansa subuh menjadi semakin sejuk dan menentramkan. Badan yang masih lemas setelah bangun tidur seakan mendapat dorongan tenaga hingga grecep bangkit dari kasur tidur.

Admin penasaran siapa ya yang membuat sya’ir shalawat tarhim dan siapa juga melantunkan? Bait dan nadanya sangat pas dengan nuansa imsak, sejuk dan tentram.

Dari rasa penasaran itu akhirnya admin cari-cari di internet dan alhamdulillah sudah dapat informasi yang insyaallah valid. Admin yakin tidak hanya saya yang penasaran dan belum tahun banyak tentang shalawat tarhim ini.

Maka dari itu admin bagikan kepada kalian semua supaya sama-sama tahu tentang shalawat penyejuk subuh ini.

Siapa Pembuat Sya’ir Shalawat Tarhim?

Dikutip dari Wikipedia yang bersumber dari online Tebuireng menyebutkan bahwa Shaykh Mahmoud Khalil Al Hussary ketua Jam’iyyatul Qurro’ di Kairo, Mesir yang mencipatakan shalawat tarhim. Dan suara shalawat yang sering diputar menjelang subuh ini juga rekaman suara Shaykh Mahmoud Khalil Al Hussary.

Radio Yasmara (Yayasan Masjid Rahmat) Surabaya, yang pertama kali mempopulerkan shalawat ini pada akhir tahun 1960. Hingga saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia terutama Jawa memutarnya pada waktu imsak.

Lirik Shalawat Tarhim Beserta Artinya

Selain penasaran siapa yang menciptakan admin juga penasaran sama liriknya. Walaupun paham bahasa Arab tapi kurang begitu nangkep setiap lantunan sya’ir shalawat ini. Biasa lah karena dengatnya setengah ngantuk. Okay ini adalah lirik dan arti dari shalawat tarhim

Lirik Indo Makna Lirik Arab
Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaik Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu.

الصـــــلاة والســـــلام عليــــك

Yaa imaamal mujaahidiin Yaa Rasuulallaah Duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulallah.

ياامـــام المجهدين يــارسول الله

Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaik Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu.

الصـــــلاة والســـــلام عليــــك

Yaa naashiral hudaa Yaa khaira khalqillaah Duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik.

يانـــاصر الهدى ياخير خلق الله

Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaik Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu.

الصـــــلاة والســـــلام عليــــك

Yaa naashiral haqqi Yaa Rasuulallaah Duhai penolong kebenaran, ya Rasulallah.

يانـــاصر الحق يـــارســول الله

Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaik Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu.

الصـــــلاة والســـــلام عليــــك

Yaa man asraa bikal muhaiminu lailan Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari.

يـــامن اسرى بك المهيمن ليـلا

Nilta maa nilta wal-anaamu niyaamu Engkau memperoleh apa yang engkau peroleh sementara semua manusia tidur.

نلت مـــا نلت والانــــام نيـــــام

Wa taqaddamta lish-shalaati fashallaa Dan engkau maju untuk shalat maka shalat

وتقدمت للصـــــلاة فصـــــــلى

Kullu man fis-samaai wa antal imaamu Seluruh penduduk langit dan engkau menjadi Imam

كل من فى السمـاء وانت الامام

Wa ilal muntahaa rufi’ta kariiman dan diberangkatkan ke Sidratul Muntaha karena kemuliaanmu.

والـى المنتهى رفعت ڪـريمــا

Wa sami’ta nidaa-an ‘alaikas salaam dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu.

وسمعت نــــداء عليـك الســـلام

Yaa kariimal akhlaaq Duhai yang paling mulia akhlaknya.

يـــــــــاڪــريــــــم الاخــــلاق

Yaa Rasuulallaah Ya Rasulullah.

يــــــــــــــــارســـــــــــول الله

Shallallaahu ‘alaika Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu.

صـلـى الله عليــــــــــــــــــــك

Wa ‘alaa âlika wa ashhaabika ajma’iin serta atas keluargamu dan sahabatmu.

وعلـى الك واصحــابك اجمعين

Apa Hukum Membaca Shalat Tarhim?

Shalawat tarhim diputar sebelum subuh dengan tujuan untuk mengingatkan bahwa waktu subuh sudah dekat dan adzan segera dikumandangkan. Yang ke-dua setiap lirik dari shalawat ini mengandung pujian, shalawat dan do’a untuk Nabi Muhammad saw.

Jadi jika diputar atau dilantunkan tidak akan berdampak negativ pada syari’at Islam. Tapi sifat shalawat ini hanya mubah atau boleh-boleh saja dilakukan bila sesuai kebutuhan. Bukan mejadi sunah atau wajib untuk dilakukan bagi setiap muslim.

Akhir Kata

Setiap masjid di seluruh Indonesia atau dunia boleh-boleh saja memutar shalawat tarhim untuk penanda dekatnya waktu shalat subuh. Kita harus segera bangkit dari tidur untuk memenuhi panggilan Allah jangan malas dan kembali tidur. Ingat shalat itu wajib haram hukumnya meninggalkannya!

Barang siapa yang bangun di waktu subuh dan beribadah kepada Allah SWT, maka akan mendapat pahala yang lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dan mendapat keberkahan do’a Rasulullah saw.

Tinggalkan komentar