Ciri-Ciri Orang Munafiq Menurut Hadits

Ciri-Ciri Orang Munafiq – Kemunafikan atau nifaq adalah perilaku yang perbuatannya tidak sesuai dengan niat hati untuk melakukannya. Seorang munafiq selalu menyembunyikan niat di balik suatu perbuatannya. Kita juga dapat mengatakan bahwa itu adalah bermuka dua.

Perilaku munafiq dalam Islam merupakan salah satu perbuatan maksiat yang dapat merugikan orang lain dan sangat dibenci oleh Allah SWT. Untuk itu sebagai orang yang mengaku beriman kepada Allah dan mengikuti Nabi Muhammad saw wajib menjahui sifat-sifat kemunafikan.

Rasulullah saw pernah menjelaskan ciri-ciri orang munafiq dalam haditsnya yang harus kita perhatikan dan tinggalkan. Jangan sampai dari sifat-sifat kemunafikan itu ada dalam diri kita yang akan menggerogoti keimanan kepada Allah.

Berikut ini bunyi hadits Nabi Muhammad saw yang menjelaskan sifat-sifat orang munafiq:

Hadits Ciri-Ciri Orang Munafiq

Dari Abdullah bin ‘Amr ra berkata Rasulullah saw bersabda:

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا ، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

“Ada empat sifat, jika seseorang memiliki empat sifat ini, maka ia disebut munafiq tulen. Jika ia memiliki salah satu dari 4 sifat ini, maka dalam dirinya ada sifat kemunafikan sampai ia benar-benar meninggalkan sifat tersebut, yaitu: (1) Jika diberi amanat, khianat, (2) jika berbicara, dusta, (3) jika berjanji, tidak dipenuhi, (4) jika berselisih, dia akan melampoi batas.” HR. Muslim, No. 58

Rasulullah saw pada hadits ini meperingatkan umatnya untuk menjahui semua sifat-sifat munafiq yang akan menimbulkan madhorot, seperti imannya berkurang atau menjadi orang munafiq tulen. Beliau saw juga menjelaskan ada 4 ciri orang munafiq yang wajib dijahui oleh umatnya, yaitu: (1) Menghianati amanah, (2) Selalu bohong ketika bicara, (3) Suka menyelisihi janji, (4) Berlebihan ketika berselisih.

Biar lebih faham lagi tentang 4 sifat kemunafikan yang Rasulullah saw sebutkan dalam hadits itu, Mengaji Islam akan jelaskan lebih terperinci sebagaimana berikut:

1. إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ (Jika diberi amanat, khianat)

Ciri orang munafiq yang pertama adalah sudah menghianati amanah yang diberikat kepadanya. Mengkhianati amanah, jika sering dilakukan, maka pelakunya akan semakin dekat dengan kemunafikan. Semakin besar amanah yang dikhianati, semakin jelas tanda kemunafikan orang tersebut. Meski pada kenyataannya sangat sulit untuk menentukan apakah dia khianat atau tidak.

Padalah dalam Al-Qur’an sudah sangat jelas bahwa amanah itu wajib ditunaikan seperti yang tertera dalam surat An-Nisa ayat 58:

إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Bentuk amanah itu bermacam-macam bisa berupa pekerjaan atau profesi, di mana ada kewajiban yang harus kita penuhi. Bisa juga berupa kepemimpinan yang dipercayakan kepada kita. Bisa juga barang orang lain yang dititipakan supaya kita jaga, atau rahasia orang lain agar kita bisa menyimpannya. Semua itu termasuk amanah.

2. وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ( Jika berbicara, dusta)

Ciri orang munafiq yang kedua adalah suka berbohong ketika berbicara. Setiap kebohongan selain itu perbuatan dosa, juga mendekatkan kepada sifat kemunafikan. Bohong adalah perbuatan atau perkataan yang tidak sesuai kenyataannya. Contohnya berkata A ternyata faktanya B atau sebenarnya ada tapi bilangnya tidak ada dan contoh-contoh kebohongan lainnya.

Rasulullah saw sangat mewanti-wanti umatnya untuk benar-benar menjahui berkata bohong. Karena banyak sekali orang-orang menyepelekan perkara ini, rela berbohong hanya untuk mendapat kesenangan dunia.

3. وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ (Jika berjanji, tidak dipenuhi)

Ciri kemunafikan berikutnya adalah ingkar janji. Jika kita sudah berjanji kepada seseorang maka harus berusaha menepatinya dan jangan seenaknya mengingkarinya.

Maka dari itu sebelum membuat perjanjian dengan siapapun maka harus dipertimbangkan matang-matang. mampukah kita memenuhi janji tersebut atau tidak. Jika yakin mampu menunaikannya kita ambil janji itu tapi jika tidak maka sampaikan dengan baik bahwa kita tidak sanggu mengambil janji tersebut.

Sudah menjadi rahasia umum ketika ada pentas pemilu entah tingkat desa hingga negara pasti para calon mengobral janji-janji manis. Padahal janji-janji yang mereka buat belum tentu bisa direalisasikan semua. Nah hal ini juga bisa termasuk mengingkari janji dan jika dilakukan dengan sengaja maka kemunafikan sudah melekat dalam hati.

4. وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ (Jika berselisih, dia akan melampoi batas)

Ciri orang munafiq yang terakhir adalah kelewat batas atau licik ketika berselisih. Contohnya seperti ketika ada perselisihan antara dua orang atau lebih, maka salah satu dari mereka membalas dengan lebih keras atau tidak setimpal. Terpukul satu kali dia membalas dengan 2 pukulan atau barangnya lecet sedikit tapi dia minta ganti rugi lebih besar dari kerusakannya.

Nah itulah teman-teman 4 sifat orang munafiq yang wajib kita tahu dan jahui. selain itu admin juga mengajak antum semua untuk introspeksi diri apakah dari 4 sifat kemunafikan di atas ada dalam hati kita. Jika ada segera kita buang, jika tidak ada maka kita harus berusaha dan berdo’a supaya terjaga dari 4 sifat tersebut.

Tinggalkan komentar