Cara Bertobat Kepada Allah Menurut Imam An-Nawawi

Belajar cara bertobat yang benar sangatlah penting, sebab jika salah dalam melakukannya akan membatalkan tobat kita kepada Allah SWT. Jika Allah tidak menerima tobat otomatis timbangan dosa di akhirat akan menjadi lebih berat. Jika timbangan dosa berat maka akan menghambat masuk Surga.

Ingat sobat muslimku, bahwa manusia itu sering berbuat salah dan dosa. Untuk itu kita harus sering-sering minta ampun kepada Allah SWT supaya dosa yang kita lakukan dengan sengaja atau tidak sengaja diampuni oleh Allah SWT.

Banyak ulama salaf mengajarkan cara bertobat kepada Allah yang benar. Tapi kali ini admin akan share kepada kalian cara bertobat yang diajarkan oleh Imam An-Nawawi dalam kita Riyadh Ash-Sholihin. Ada 2 cara tobat yang beliau ajarkan, Cara bertobat atas kesalahan kepada Allah dan Cara bertobat atas kesalahan kepada manusia.

Table of Contents

Cara Bertobat Karena Kesalahan Kepada Allah

Apa maksudnya kesalahan kepada Allah?

Manusia melakukan kesalahan dengan melanggar syariat Allah yang tidak menyinggung antar manusia. Contohnya seseorang meninggalkan shalat, tidak bepuasa wajib, minum khamer atau kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukan secara pribadi lainya.

Nah inilah yang disebut kesalahan kepada Allah. Sehingga untuk minta ampun dari kesalahan tersebut berbeda dengan kasus dosa karena kesalahan kepada manusia.

Imam Nawawi merumuskan cara tobat ketika kita melakukan kesalahan yang hanya berhubungan dengan Allah saja. Berikut ini rumusan beliau:

  1. Berhenti dari maksiat yang dilakukan: Jika memang benar-benar bertobat maka harus berhenti dari maksiat-maksiat yang pernah dialakukan.
  2. Menyesali: Benar-banar merasa bersalah dan sedih kenapa bisa melakukan dosa tersebut.
  3. Berusaha untuk tidak mengulangi: Ini adalah bentuk keseriusan seseorang dalam bertobat, benar-benar meninggalkan maksiat dan tidak mengulangi lagi. Tapi jika kembali lagi bermaksiat itu namanya mempermainkan dan Allah tidak suka dengan orang-orang seperti itu.
  4. Minta ampunan Allah: Sudah menjadi keharusan bahwa seorang yang bersalah wajib minta ampun kepada Allah.

Insyaallah jika 4 syarat ini dilakukan kemungkinan besar Allah akan menerima tobat tersebut. Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Pengampun.

Cara Tobat Atas Kesalahan Kepada Manusia

Ingat bahwa maksiat atau dosa tidak hanya berdampak kepada diri pelakunya saja. Melainkan bisa berdampak kepada orang lain yang menjadi korban. Contohnya, mencuri melanggar syariat Allah dan juga merugikan orang lain, Menggunjing, merampok atau dosa-dosa yang ada unsur kedzoliman kepada manusia lainnya.

Jika seseorang ingin bertobat dari kemaksiatan yang termasuk kategori mendzolimi orang lain, maka harus ada permintaan maaf kepada korban. Jika tidak maka Allah tidak menerima tobanya.

Sebenarnya cara bertobat dari kesalahan kepada manusia tidak jauh beda dengan tobat dari kesalahan kepada Allah. Hanya saja bertobat dari kesalahan kepada manusia harus ditambahi dengan minta keridloan kepada korban terdzolimi. Berikut ini cara bertobanya:

  1. Berhenti dari maksiat/mendzolimi
  2. Menyesalai kedzolimannya
  3. Berusaha tidak mengulanginya
  4. Minta maaf kepada orang yang terdzolimi: urusan dzolim dan mendzolimi akan berlanjut hingga pengadilan akhirat bila tidak diselesaikan di dunia. Untuk itu orang yang berbuat dzolim wajib minta maaf atau keridhoan dari orang yang terdzolimi supaya tidak diperkarakan di akhirat.
  5. Minta ampun kepada Allah

Ada hal yang menarik yang harus kita tahu bahwa setiap kedzoliman kepada siapapu harus segera diselesaikan di dunia dengan minta maaf yang tulus. Karena proses lebih mudah dan tidak berat. Tapi jika urusan ini belum selesai dan berlanjut hingga pengadilan akhirat akan lebih berat penyelesaiannya.

Rasulullas saw bersabda:

أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا: الْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ. فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat.

  1. Ia pernah mencela saudaranya,
  2. Menuduh tanpa bukti (memfitnah),
  3. Memakan harta,
  4. Menumpahkan darah orang,
  5. Memukul orang lain (tanpa hak).

Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah kebaikannya kepada orang-orang itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” HR. Muslim 6522

Akhir Kata

Allah Maha Pengasih, Penyayang dan Maha Menerima Tobat hamba-Nya. Sehingga segala kesalahan yang dilakukan oleh manusia akan Allah ampuni jika benar-benar bertobat dengan taubatan nasuhah.

Maka jika masih ada kesempatan untuk bertobat segeralah minta ampun dan berhenti dari kemaksiatan. Lakukan cara-cara bertobat yang Rasulullah saw dan para ulama ajarkan supaya benar-benar Allah terima.

Tinggalkan komentar