Berpakaian Tapi Telanjang, Siapakah Mereka?

Berpakaian tapi telanjang – Pakaian wanita sering mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Berbagai pernak-pernik modis telah digunakan untuk mempercantik kecantikan wanita. Jangan lewatkan para wanita muslimah dengan fashion hijabnya.

Namun, umat Islam harus menyadari wasiat Nabi SAW tentang pakaian. Melalui hadits yang bersumber dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Di antara yang termasuk ahli neraka ialah wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Yang berjalan dengan lenggak-lenggok untuk merayu dan untuk dikagumi. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya.” (HR Muslim).

Maksud Berpakaian Tapi Telanjang Menurut Al-Qaradhawi

Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam fatwa Kontemporernya menjelaskan: maksud berpakaian tapi telanjang adalah memakai pakaian yang tidak menutupi aurat. Pakaian melekat pada kulit di atasnya entah karena pakaian tipis atau ketat.

Beberapa wanita dari Bani Tamim pernah masuk ke rumah Aisyah ra dengan pakaian yang sangat tipis dan Aisyah memperingatkan mereka: “Kalau kamu orang mukmin, maka bukan semacam ini pakaian wanita-wanita mukmin.” (HR Thabrani dan lain-lain)

Al-Qaradhawi juga mengutip cerita lain ketika ada seorang wanita baru saja menjadi pengantin. Dia mengenakan kerudung yang sangat tipis. Aisyah kemudian berkata kepadanya, “Wanita yang berpakaian seperti ini tidak beriman dengan surah an-Nur. (Tafsir al-Qurthubi) “… Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka.” (QS an-Nur: 31).

Meski pakaiannya terkadang tidak tipis, namun memperlihatkan bentuk lekuk tubuh. Lekukan-lekuk tubuh yang tampak tak jarang memancing fitnah. Setiap bagian tubuh ada batas-batasannya yang tak boleh terlihat, sebab dapat membangkitkan nafsu. Pakaian seperti ini juga terlarang terlarang menurut Al-Qaradhawi. Model-model pakaian seperti itu adalah buatan Yahudi Internasional untuk mempermainakan umat manusai.

Menurut Qaradhawi, yang menjauhkan wanita muslim dari batas tabaruj (membuka aurat) adalah pakaian yang sesuai dengan tata kesopanan Islam: mereka harus memakai pakaian yang sesuai dengan aturan hukum Islam.

Wanita muslimah wajib menutup seluruh bagian tubuh mereka kecuali yang ajaran Islam perbolehkan. Pendapat yang paling kuat adalah seluruh anggota tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Aturan berpakaian berikutnya adalah tidak tipis dan ketat supaya lekuk tubuh tidak tampak. Selain itu para wanita tidak diperbolehkan mengenakan pakaian khusus pria.

Allah melarang para wanita menyerupai laki-laki mulai dari perilaku hingga pemanbilan begitu juga laki-laki juga tidak boleh menyerupai wanita dari perilaku hingga penampilannya.

Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan, laki-laki dan perempuan. Mereka berbeda dalam hal komposisi bentuk tubuh dan anggota badan. Allah SWT juga menciptakan mereka masing-masing dengan aktivitas kehidupan tertentu.

Akhir Kata

Nah itulah kawan penjelasan siapakah yang dimaksud oleh Rasulullah saw tentang wanita yang berpakaian tapi telanjang.

  1. Berpakaian tapi tidak menutup aurat dari tubuh-tubuh mereka.
  2. Memakai pakaian yang tipis atau ketat yang menampakkan lekuk tubuhnya.
  3. Berpakaian baju-baju khusus pria.

Pesan untuk para muslimah untuk tetaplah menjaga syariat, jangan sampai kalian termasuk wanita yang Rasulullah saw sebutkan itu. Tampil cantik dan modis dengan balutan takwa dan syariah bisa kenapa harus bermaksiat.

Tinggalkan komentar