Do’a Setelah Makan Bila Dibaca Menghapus Dosa

Kamu sudah tahu belum do’a setelah makan yang akan menghapus dosa? Do’a ini berlandasan hadits yang shahih sehinggan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Sahabat Nabi saw Mu’adz bin Anas menceritakan dari ayahnya bahwa Rasulullah saw bersabda:

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا الطَعَامَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang makan makanan kemudian berdo’a: “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzath tho’aama wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan memberi rezeki kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” HR. Abu Daud

Imam Tirmidzi juga meriwayatkan hadits yang sama tapi ada sedikit perbedaan pada do’a setelah makan tersebut. Pada hadits riwayat Imam Tirmidzi tidak memakali kata الطَعَامَ (tho’aama),

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ

Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku ini (makanan), dan memberi rezeki kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku)

Dua hadits di atas memang secara lafadz ada perbedaan tapi secara makna tetap sama. Sehingga para ulama memperbolehkan penggunaan 2 lafadz do’a setelah makan yang telah admin sebutkan haditsnya di atas.

Masyaallah walhamdulillah walaa ilaa ha illallah..

Begitu Maha Kasihnya Allah kepada hamba-Nya, hanya dengan bersyukur dan berdo’a setelah makan akan mendapat ampunan dosa-dosa yang telah lampau.

Dari contoh kasus seperti ini kita bisa ambil pelajaran bahwa Allah selalu mempermudah hamba-Nya untuk mendapat pahala dan suka memberi ampunan.

Sebenarnya ada hadits lain yang juga menyebutkan do’a-do’a setelah makan, tapi do’a yang ganjarannya mendapat ampunan dosa hanya “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin”.

Do’a-do’a selain Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa yang Rasul saw ajarkan ialah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ ، غَيْرَ مَكْفِىٍّ ، وَلاَ مُوَدَّعٍ وَلاَ مُسْتَغْنًى عَنْهُ ، رَبَّنَا 

Alhamdulillahi kastiron thoyyiban mubarokan fiih, ghoiro makfiyyin wa laa muwadda’in wa laa mustaghnan ‘anhu robbanaa (segala puji hanyalah milik Allah Yang Maha Baik dan Barakah, yang Allah tidak butuh pada makanan dari makhluk-Nya, yang Allah tidak mungkin ditinggalkan, dan semua tidak lepas dari butuh pada Allah, wahai Rabb kami”

Rasulullah saw juga mencontohkan setelah makan cukup dengan membaca hamdalah.

إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

“Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum” HR. Muslim

Tinggalkan komentar