Cak Nun Komentari Abu Janda Soal Agama Islam Arogan

Beberapa Hari ini dunia maya dihebohkan dengan cuitan salah satu penggiat sosial Abu Janda atau nama aslinya Permadi Arya. Dia mempost di akun twitter “Yang arogan di Indonesia adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampek kebaya diharamkan dengan alasan aurat. Kang Permadi menjelaskan bahwa cuitannya hanya sebagai balasan tweet Tengku Zulkarnain.

Muncul lah beberapa reaiksi masyarakat yang merasa omongan Abu Janda ini meresahkan orang banyak. Beberapa pihak mulai mengajukan laporan kepada Polisi atas keresahan mereka. Beberapa tokoh Kiyai NU seperti Cak Nun menanggapi dan komentari Abu Janda di kanal youtubenya.

Pemimpin jama’ah Maiyah itu membuka komentarnya dengan mengutip perkataan sayyidina Ali ra.

Undzur maa qoola wala tandzur man qoola: Lihatlah apa yang dikatakan dan jangan kamu lihat siapa yang berbicara

Beliau bermaksud netral dan akan mengatakan sejujurnya dalam berkomentar. “tak pandang dia Abu Janda, Abu Duda, Abu Rokok, Abu Lahab. Ibuhnya.

Ketika Agama Islam dianggap arogan beliau langsung mengajukan pertanyaan. apa yang dimaksud oleh Abu Janda tentang Agama Islam itu apa? Kiyai kelahiran Jombang 27 Mei 1953 memberi permisalan sederhana antara Padi dan Nasi. Nasi adalah buatan manusia yang diolah dari bahan dasar padi, sedangkan padi adalah murni ciptaan Tuhan.

Jika yang dimaksud Agama Islam itu seperti padi maka sama saja dia (Abu Janda) menganggap bahwa Allah yang arogan. Karena Agama Islam adalah ciptaan Allah dan Ia memang yang Maha Kuasa dan berhak untuk sombong dalam asma’ul husna Allah mempunyai sifat Al-Mutakabbir.

Islam itu tidak bisa ditakatan arogan yang bisa arogan itu orangnya. Karena Islam adalah aturan ciptaan Allah yang Maha Bijaksana. Syariat Islam pasti akan menuntun manusia untuk menuju keadilan, kedamaian, kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadi tidak pas bila Agama Islam disebut arogan.

Cak Nun hanya komentari tweet Abu Janda. Untuk urusan hukum beliau tak mau masuk ke ranah itu karena bukan wilayah beliau.

Cak Nun berpesan kepada siapapun sebelum menutup videonya untuk berhati-hati lagi dalam berbicara. Karena dalam ucapan kita banyak sekali kata atau kalimat yang belum tentu kita bisa mempertanggung jawabkannya. Di masa pandemi seperti ini seharusnya manusia menjadi lebih dewasa, tidak malah menambah perpecahan bangsa.

Tinggalkan komentar