Cara Menguatkan Iman Kepada Allah Yang Benar

Cara Menguatkan Iman Kepada Allah – Sobat muslim kata iman tak pernah lepas dari ingatan atau keseharian kita. Bahkan di setiap kajian atau cerama seorang khotib pasti mengulang-ulang nasehat tentang menjaga iman dan meningkatkan takwa kepada Allah SWT.

Walau diulang-ulang kenapa fakta yang ada di masyarakat muslim khususnya, mereka masih banyak melalaikan ibadah kepada yang Yang Maha Kuasa? Apa karena bosan terlalu sering diingatkan atau karena kurang faham tentang Iman dan takwa itu sendiri?

Iman adalah pondasi manusia agar amalnya diterima dan dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. Untuk itu perlu kiranya kita faham betul apa itu iman dan bagaimana cara menguatkan iman kepada Allah yang benar.

Pengertian Iman

Iman berasal dari bahasa Arab (إيمان) diambil dari kata kerja “aamana” (أمن) – “yu`minu” (يؤمن) yang berarti “percaya” atau “membenarkan”.

Jadi arti orang beriman berarti “orang yang memperayai/membenarkan”, siapa yang dipercayai ya tiada lain adalah Allah SWT sebagai Pemelihara dan Tuhan satu-atunya disembah.

Setelah mengakui bahwa satu-satunya Tuhan adalah Allah SWT maka dia wajib mengimani 6 hal penting yang disebut sebagai RUKUN IMAN untuk menyempurnakan keimanan.

Sobat masih ingat atau tidak dengan enam rukun Iman yang diajarkan kepada kita waktu di bangku sekolah atau TPQ. sebelum membahas cara menguatkan iman kepada Allah, pemahaman tentang rukun iman harus matang. apa saja rukun iman itu?

(1) Iman kepada Allah, (2) Malaikat-Nya, (3) Kitab-Kitab-Nya, (4) Nabi dan Rasul-Nya, (5) Hari akhir/hari kiamat dan (6) iman kepada Takdir. Jangan sampai kita percaya sebagia dan menolak sebagian yang lain, keenam rukun tersebut wajib ditanamkan dalam hati setiap muslim.

Diriwayatkan pada hadits yang panjang oleh Umar bin Khottob ra ketika itu malaikat Jibril menyamar dengan wujud manusia datang kepada Rasulullah saw dan mengajukan beberapa pertanyaan hingga Ia bertanya kepada Nabi saw:

قَالَ : فَأَخْبِرْنِي عَنِ الإِيْمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Jibril berkata lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Iman.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” Orang tadi berkata, “Engkau benar.” (HR. Muslim, no. 8)

Praktik iman itu tidak hanya dilisan saja melainkan wajib ditampakkan dengan perilaku dan perbuatan. Contoh beriman kepada Allah, ya kita harus menyembah, patuh dan tidak melanggar peraturan-peraturan-Nya.

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi menjelaskan tentang iman dalam kitab Lum’ah Al-I’tiqad Al-Hadi ila Sabil Ar-Rasyad.

وَالْإِيمَانُ قَوْلٌ بِاللِّسَانِ, وَعَمَلٌ بِالْأَرْكَانِ وَعَقْدٌ بِالْجَنَانِ, يَزِيدُ بِالطَّاعَةِ, وَيَنْقُصُ بِالْعِصْيَانِ

“Iman adalah ucapan dengan lisan, amal dengan anggota badan, keyakinan (dan amal) hati. Ia dapat bertambah dengan sebab ketaatan, dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.”

Cara Menguatkan Iman Kepada Allah Yang Benar

Iman itu bagaikan benih yang ditanam dalam hati. Ia akan berkembang dengan seiring waktu dan tumbuh menjadi pohon takwa dan membuahkan amal sholeh. Kita tahu bahwa menanam behin tak semudah membalik tangan untuk menuai hasil yang bagus. Butuh ketekunan, kesabaran dan keihklasan dalam merawatnya.

Coba kita lihat para petani meraka rela berpanas-panas dan kehujanan, rela meluangkan waktu siang dan malam untuk menjaga benih tanaman mereka hingga tiba waktu panen.

Jika benih tidak dirawat dengan baik maka hama dan gangguan lain akan mudah menyerang sehingga menyebabkan gagal panen dan petani akan merugi.

Begitu juga iman jika tidak dirawat dan dijaga dengan benar maka akan rusak dan menyebabkan terjerumus ke dalam dosa yang berujung siksa Allah di Neraka.

Kita juga tahu bahwa iman yang ada dalam diri kita ini bisa bertambah dan bisa juga berkurang. Hal ini ditandai dengan semangat kita untuk beribadah dan beramal sholeh.

Iman bertambah ketika kita semakin rajin mendekat kepada Allah SWT dan iman berkurang bila kita semakin menjauh dari-Nya dan sering melakukan dosa.

Seperti penjelasan Imam Ibnu Qudamah

وَالْإِيمَانُ قَوْلٌ بِاللِّسَانِ, وَعَمَلٌ بِالْأَرْكَانِ وَعَقْدٌ بِالْجَنَانِ, يَزِيدُ بِالطَّاعَةِ, وَيَنْقُصُ بِالْعِصْيَانِ

“Iman adalah ucapan dengan lisan, amal dengan anggota badan, keyakinan (dan amal) hati. Ia dapat bertambah dengan sebab ketaatan, dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.”

Jadi benih iman yang sudah kita tanam dalam jiwa akan rusak bila semakin seringnya menjauh dari Allah dan banyak bermaksiat.

Sebaliknya iman akan tumbuh dan berbuah jika berusaha taat kepada Allah dan mejauhi larangan-larangan-Nya. Maka dari itu perbanyak amal sholeh adalah cara menguatkan iman kepada Allah.

Berbicara tentang amal sholeh perlu kita fahami lagi, secara bahasa amal sholeh berarti perbuatan baik. Dalam Al-Qur’an banyak kita temui kata itu berulang-ulang dan sering disandingkan dengan kata iman. Yang artinya seorang mukmin harus menghiasi dirinya dengan amalan-amalan yang baik.

Berbuat baik memang kata kerja umum namun bukan berarti semua yang dianggap baik oleh manusia bisa disebut amal sholeh dan bisa menambah iman.

Kebaikan yang dimaksud adalah kebaikan yang sesuai syariat Allah bukan kebaikan sesuai nafsu atau hati manusia. Lebih mudahnya silakan lihat surat Al-Baqarah ayat 3-4 di situ Allah jelaskan spesifik amal sholeh.

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَ يُـقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَ مِمَّا رَزَقْنٰھُمْ يُنْفِقُوْنَ. وَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ ھُمْ يُوْقِنُوْنَ

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.”

Ada 4 point amal sholeh yang Allah gambarkan pada ayat di atas sebagai cara cara menguatkan iman kepada Allah:

1. Mendirikan Shalat (وَ يُـقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ)

Cara menguatkan iman kepada Allah yang pertama adalah mendirikan shalat. Rasulullah saw pernah bersabda bahwa shalat adalah tiang agama. Jika seorang muslim menjalankan shalat dengan benar maka agamanya akan kuat tidak gampang goyah ketika mendapat ujian atau musibah.

Di riwayat lain juga disebutkan shalat adalah amalan yang akan dihisab pertama dan sebagai patokan bagi amal-amal yang lain. Kalau hisab shalatnya bagus amal-amal yang lain juga bagus. Allah sendiri berstatement dalam kalam-Nya “Sesungguhnya Shalat itu menahan dari berbuat keji dan mungkar. (QS. Al-Ankabut(29):45)”.

Dalam mendirikan shalat ada aturan yang harus dipenuhi untuk mencapai kesempurnaan dan berefek pada meningkatnya keimanan kepada Allah SWT.

Para Ulama merumuskan bahwa mendirikan shalat itu bukan sekedar berwudhu, menutup aurat dan melakukan gerakan-gerakan shalat. Melainkan syarat dan rukunnya wajib dipenuhi dan lakukan sesuai waktunya.

Mendirikan shalat, pertama yang harus diperhatikan adalah memperhatikan waktunya. Seorang muslim harus menjaga shalat sesuai waktu dan di tempat yang suci. Menyempurnakan whudu serta mengenakan pakaian yang terbaik, kemudian melakukan tiap gerakan shalat dengan diiringi bacaannya dan tumakninah, khusyu’ dalam hati.

Jika semua telah terpenuhi insyaallah iman akan bertambah kuat dan terjauhkan dari perbuatan buruk.

2. Bersedekah (وَ مِمَّا رَزَقْنٰھُمْ يُنْفِقُوْنَ)

Cara menguatkan iman kepada Allah yang kedua adalah mengeluarkan harta untuk sedekah. Sedekah adalah salah satu bentuk amal sholeh yang dahsyat keutamaan dan pahalanya. Menambah iman dan juga meluaskan jalan rezeki.

Allah firmankan dalam suatu riwayat hadits dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: Allah berfirman “Wahai anak Adam as berinfaklah niscaya Aku akan berinfak (menambah iman & rezeki) kepadamu”. HR. Bukhari & Muslim.

Sangking besarnya keutamaan dan pahala sedekah orang kafir yang telah mati ingin dihidupkan kembali ke dunia kemudian beriman dan bersedekah dengan hartanya.

وَاَنۡفِقُوۡا مِنۡ مَّا رَزَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ قَبۡلِ اَنۡ يَّاۡتِىَ اَحَدَكُمُ الۡمَوۡتُ فَيَقُوۡلَ رَبِّ لَوۡلَاۤ اَخَّرۡتَنِىۡۤ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيۡبٍۙ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنۡ مِّنَ الصّٰلِحِيۡنَ

Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shalih.” QS. Al-Munafiqun: 10

pengertian iman

3. Beriman, Memtadaburi dan mengamalkan Al-Qur’an

Cara menguatkan iman kepada Allah yang ketiga adalah mentadaburi (mempelajari, mengamalkan dan mengajarkan) Al-Qur’an.

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.” QS. Al-Anfal:2

Salah satu ciri orang yang beriman adalah ketika mendengar Nama Allah di sebut dia merasa takut dan jika membaca atau mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an bertambah imannya.

Al-Qu’an adalah jalan petunjuk bagi manusia yang akan menuntun kepada jalan bahagia di dunia dan akhirat. Barang siapa yang mau mengamalkan isinya Allah akan jadikan dia sebagai Ahli Qur’an dan akan mendapatkan syafa’at di Akhirat.

4. Yakin dengan akhirat (وَبِالْاٰخِرَةِ ھُمْ يُوْقِنُوْنَ)

Cara menguatkan iman kepada Allah yang keempat adalah mengimani atau yakin dengan hari akhir.

Kata yakin itu tidak jauh beda dengan percaya/iman, namanya yakin dengan akhirat maka dia pasti percaya dengan semua yang berbau akhir. Mulai dari pahala/dosa, surga/neraka, kiamat, hari kebangkitan dan juga hisab amal.

Jika dia percaya nanti akan ada balasan bagi tiap amalan manusia maka ia akan selalu merhati-hati untuk berbuat sesuatu karena ada konsekwensinya. Dengan ini dosa akan dijahui dan ibadah akan ditekuni.

Kesimpulan

Panjang lebar mimin telah uraikan dari pengertian sampai bagaimana cara menguatkan iman kepada Allah. Dapat disimpulkan iman kepada Allah tidak hanya sekedar ucapa, harus ditanamkan dengan kuat di hati, dinyatakan dengan lisan serta dibuktikan dengan pebuatan.

Untuk menjadi seorang mukmin yang sempurna wajib menjalankan 6 rukun iman. Jika hanya sebagian yang dipilih maka iman itu tidak ada nilainya di hadapan Allah SWT.

Iman itu ibarat benih, jika ditanam dengan benar akan tumbuh menjadi pohon ketakwaan yang akan membuahkan amal sholeh. Iman juga bisa melemah bahkan rusak bila menjauh dari Allah dan berulang-ulang maksiat.

Cara menguatkan iman kepada Allah yang benar adalah dengan memperbanyak amal sholeh, diataranya seperti yang Allah jelaskan dalam surat Al-Baqarah: Mendirikan shalat, bersedekah, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an serta yakin dengan akhirat.

Satu pemikiran pada “Cara Menguatkan Iman Kepada Allah Yang Benar”

Tinggalkan komentar