Bulliying Menurut Pandangan Islam

Manusia adalah makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri. Selalu membuat semacam ikatan atau hubungan satu sama lain karena mereka saling membutuhkan. Pada masa lalu perilaku bersosial hanya sebatas orang-orang yang pernah ditemui dan yang ada di sekitarnya.

Berbeda sekali dengan cara bersosial manusia era global ini, mereka tidak terbatas jarak atau waktu. Membuat ikatan antar manusia di masa ini bisa dilakukan dengan media-media online yang bisa menghubungkan kita dengan orang lain ribuan bahkan juataan kilometer dari tempat kita.

Media online yang biasa disebut sosial media (sosmed) semakin banyak dan berkembang. Dulu hanya sebagai sarana berkirim suara sekarang bisa berbagi pesan singkat/chat, gambar dan video.

Dulu hanya bisa diakses lewat PC atau komputer sekarang cukup menggunakan Handpone berkuota internet sudah bisa menjelajah dunia maya dengan santai di dalam kamar. Semakin canggih harusnya manusia semakin pandai dengan mudahnya akses ilmu yang mereka dapat. Tapi faktanya….

BETEWE. Berbicara tentang sosmed, Mengaji Islam punya akun official di beberapa platform lo. Mohon dukungannya ya, supaya dakwah kami semakin meluas dan bermanfaat untuk ummat Islam. Berikut akun official kami, atau antum bisa juga klik icon-icon media sosial yang ada di bagian bawah web ini.

Youtube: Mengaji Islam Tv

Instagram: @mengajiislamtv

Facebook: Mengaji Islam 

Kebiasaan mimin ketika buka facebook selain upload konten di Fans Page Mengaji Islam, mimin suka buka menu watch yang ada di bagian atas. Banyak kajian-kajian dari ustadz dan kiyai top dan ada potongan-potongan film yang juga kadang saya tonton.

Walaupun tidak suka drakor tapi ada potongan film korea yang bikin saya mantengin videonya sampai habis karena ceritanya seru, anak junior SMA yang dibully oleh senior berani melawan dan bikin mereka malu. Video berdurasi 10 menitan itu potongan dari drakor Uncanny Counter, kalau pencinta drakor mau liat silakan cari di google saja ya. Tapi ambil yang positif dan buang yang negatif ya!

Saya rela nonton sampai akhir video bukan karena percintaan ya. Tapi aksi heroik dari aktor utama yang berani melawa senior yang bertindak dzolim kepada junior-juniornya. Keren pokoknya liat anak yang dibully melawa pembulinya sampai kapok.

Bullying adalah kezoliman banyak orang trauma dengan kejadian itu. Jika ada berita-berita pembullyan pengen banget rasanya ketemu pelakunya dan mimin hajar biar kapok. Banyak remaja sekarang menganggap hal itu adalah kewajaran dengan dalih berguaru atau yang lain. Tapi hal ini tidak bisa dibiarkan, orang tua, guru dan pihak berwajib harus bertindak tegas kepada setiap pelaku pembully.

Karena Bullying adalah kezoliman dan Allah telah mengharamkan kezoliman untuk diri-Nya dan juga untuk hamba-hamba-Nya. Barang siapa yang melalukan kedzaliman maka akan disesatkan oleh Allah ke dalam jurang siksa neraka. 

Table of Contents

Pengertian Bullying

bullying menurut pandangan Islam

 

Bullying (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “penindasan/risak”) merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.
 
Wikipedia mendefinisikan: Penindasan, perundungan, perisakan, atau pengintimidasian (bahasa Inggris: bullying) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik.
 
Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber.
 
Terdapat banyak definisi mengenai bullying, terutama yang terjadi dalam konteks lain seperti di rumah, tempat kerja, masyarakat, komunitas virtual.
 
Intinya pembullyan adalah tindakan yang buruk, merugikan dan menyakiti orang lain. Secara HAM sudah termasuk pelanggaran apalagi menurut agama Islam.
 

Bullying Menurut Pandangan Islam

Seperti definisi di atas sudah sangat jelas bahwa Islam melarang adanya penindasa, intimidasi dan menyakiti sesama manusia bahkan menzolimi binatang dan makhluk lain juga di larang oleh Allah. Banyak ayat dan hadits menjelaskan tentang larang-larang berbuat zolim.
 
أَلاَ لَعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ
 
“Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim” (QS. Hud: 18).
 
وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ
 
“Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras” (QS. Hud: 102).
 
2 ayat dari surat yang sama menjelaskan bahwa kedzoliman/kejahatan yang dilakukan oleh manusia menyebabkan Allah murka dan akan mengadzab mereka dengan siksa yang pedih dan keras.
 
Imam Nawawi rahimahullah mengutip dalam karyanya Hadits Arba’in bahwa Allah menegaskan kezoliman adalah perbuatan yang diharamkan.
 
عَنْ أَبِى ذَرٍّ الغِفَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَفِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ: يَا عِبَادِى إِنِّى حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِى وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوا
 
Dari Abu Dzar Al-Ghifari ra, dari Nabi saw, beliau meriwayatkan dari Allah ‘azza wa Jalla, sesungguhnya Allah telah berfirman: “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.” HR. Muslim
 
Dalam hadits lain dijelakan larangan berbuat jahat kepada binatang.
 
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
 
لَوْ غُفِرَ لَكُمْ مَا تَأْتُونَ إِلَى الْبَهَائِمِ , لَغُفِرَ لَكُمْ كَثِيرًا
 
“Andaikan perbuatan yang kalian lakukan terhadap binatang itu diampuni, maka ketika itu diampuni banyak dosa” (HR. Ahmad 6/441, dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 2/41-42).
 
Imam Al-Bani menjelaksan makna hadits itu yakni larangan dan peringatan terhadap perbuatan zalim pada hewan. Jadi, andaikan si pemilik binatang yang tidak memiliki kasih sayang terhadap binatangnya itu dimaafkan, maka ketika itu sungguh telah diampuni dosa yang banyak.
 
Teranglah sudah, bullying sangat melenceng dari Hak Asasi Manusia (HAM) Allah membenci kedzoliman dan mengharamkannya.
 
Jika kamu manusia dan muslim maka jahui segala bentuk kezoliman, entah kepada diri sendiri atau kepada makhluk lain.
 

Saran Saya Melawan Pembullyan

Ketika kita ada teman kita yang sama-sama junior atau lemah dibully oleh senior kebanyakan orang-orang di sekitar itu bungkam dan berlagak tidak melihat intimidasi tersebut. Entah karena takut atau bahkan acuh kepada kemungkaran.
 
Menurut saya jika sikap bungkam dan acuh itu dibudayakan kepada kemungkaran maka pelaku kezoliman semakin menggila. Bukankah Rasulullah saw mengajarkan umatnya untuk melawan kemungkaran dengan tangan, lisan dan hati?
 
عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
 
Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. HR. Muslim
 
Jika terjadi kemungkaran, kezoliman atau pembullyan di depan mata kita maka hendaklah menghentikannya dengan kekuatan kita. Bila tak ada daya untuk menghentikan karena kita lebih lemah fisik ataupun kedudukan, maka kita masih bisa gunakan lisan kita untuk memberi nasehat atau kita laporkan kepada yang berwajib. Intinya jangan diam jika ada kezoliman, lawan dengan kekuatan yang kita miliki.
 
Imam Ali ra pernah berkata: Aku tidak takut dengan kebatilan, karena kebatilan bisa dilawan dengan kebenaran. Yang aku takutkan adalah diamnya kebenaran sehingga kebatilan itu merajalela.

Satu pemikiran pada “Bulliying Menurut Pandangan Islam”

Tinggalkan komentar