Amalan-Amalan Pembuka Pintu Rezeki

Sebelum kita masuk pembahasan amalan-amalan pembuka pintu rezeki. Alangkah baiknya kita luruskan dulu pemahan tentang hakiat rezeki, supaya tidak salah kaprah dan tenggelam dalam rasa kufur.

Banyak orang ingi rezekinya lancar, melimpah dan jauh dari kekurangan dan itu adalah sifat manusiawi. Tidak salah mempunyai keinginan atau bercita-cita seperti itu asal sesuai jalur Allah. Tapi ingat jangan sampai kita terkecoh bahwa yang namanya rezeki itu pasti harta atau uang. Jika masih berasumsi seperti itu maka ada yang salah dengan cara berfikir anda.

Kok bisa! saya jawab “IYA!”

Memaknai rezeki itu jangan sesempit daun kelor yang hanya dipandang uang atau harta. Semua karuni Allah yang diberikan kepada hambaNya itu adalah rezeki, entah itu hal yang kecil atau besar. Begini saya jelaskan.

Kata rezeki berarti penghidupan, tiap-tiap yang bermanfaat, segala yang berdaya guna bagi makhluk. Rezeki  Allah swt berarti penghidupan atau tiap-tiap  yang berguna bagi kehidupan makhluk  berasal dari Allah swt.  Rezeki juga berarti anugrah, karunia atau pemberian dari sisi Allah swt kepada makhluk-Nya. Tahukah kalian  bahwa rezeki manusia dan seluruh makhluk hidup sudah dijamin oleh Allah? Perhatikan firman Allah  dalam surah ar-Rum: 40 berikut ini:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan”. (QS. Ar-Rum: 40)

Dan perhatikan ayat lain

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluan) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkarinya (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34)

Coba kita tarik simpulan dari 2 ayat di atas:

Kesimpulan 1

Hanya Allah yang mampu memberikan rezeki kepada manusia semasa hidup mereka.

Kesimpulan 2

Manusia tidak akan pernah mampu menghitung berapa banyak rezeki yang telah ia dapatkan.

Jadi

Kalau rezeki diartikan hanya berupa nominal harta maka masih ada kemungkinan manusia bisa menghitung. Tapi pada Surat Ibaramih jelas Allah nyatakan tidak akan pernah bisa. Maka sejak pertama kali manusia menghirup udara maka di situlah Allah berikan jatah nikmat hingga masa dia kembali kepadaNya itu akhir karunia di dunia. Faham kan dari sini!

Kalau begitu jangan syu’udzon kepada Allah bila kamu tidak banyak harta dan menganggapNya sebagai tuhan yang tidak adil. Bisa jadi sudah banyak rezeki yang kamu terima tapi tidak dalam wujud harta melaikan kesehatan dan kebahagiaan atau kamu sendiri sudah lupa dengan limpahan karuniaNya.

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”

Berbicara tentang Rezeki pasti senangkan bila Allah SWT buka lebar-lebar pintu rezeki kita. 100% yes tanpa nolak dan basa-basi jika ditawarkan kepada kita. Nabi Muhammad saw sudah ajarkan kepada kita amalan-amalan untuk melancarkan rezeki, insyaallah ajaran beliau saw tidak akan menyesatkan seperti dukun atau paranormal. Mau tahu amalan apa saja itu, yuk ini saya kasih tahu:

1. Perbanyak Istighfar

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Terdapat sebuah atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah yang menunjukkan bagaimana faedah istighfar yang luar biasa.

أَنَّ رَجُلًا شَكَى إِلَيْهِ الْجَدْب فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر الْفَقْر فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر جَفَاف بُسْتَانه فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر عَدَم الْوَلَد فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، ثُمَّ تَلَا عَلَيْهِمْ هَذِهِ الْآيَة

“Sesungguhnya seseorang pernah mengadukan kepada Al-Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

“Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

“Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian setelah itu Al-Hasan Al-Bashri membacakan surat Nuh di atas. (Riwayat ini disebutkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar di Fath Al-Bari, 11: 98)

2. Menjalin Silaturahim

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahim.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557).

Kata Imam Nawawi dilapangkan rezeki adalah diluaskan atau diperbanyak rezekinya. Juga bisa maksudnya adalah Allah berkahi rezekinya.

Salah satu alasan kenapa silaturahim termasuk amalan-amalan pembuka pintu rezeki adalah jika orang banyak teman dan saudara yang baik maka akan mempermudah jalan usaha, bisnis atau yang lain.

3. Memperbanyak Sedekah

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

4. Kuatkan Takwa

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا , وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

5. Haji dan Umrah

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak.” (HR. Nasa’i)

6. Rajin Shalat Wajib dan Sunah

Shalat adalah penahan dari perbuatan mungkar dan fasiq yang perbuatan-perbuatan itu adalah penghalang rezeki kita.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

“Dan dirikanlah shalat! Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).” (QS. Al-Angkabut: 45)

7. Rutin Tahajud

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebahagian malam hari bertahajudlah kamu! sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al-Isra’: 79)

8. Rajin Shalat Dhuha

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad)

9. Minta Do’a dan Restu Orang Tua

Ust Abdul Somad pernah menyampaikan dalam ceramahnya “barang siapa yang menjadikan orang tuanya atau ibunya seperti raja maka Allah luaskan rezekinya.” Walaupun ini adalah ucapan seorang ustadz tapi hal ini sangat relevan dengan kelancaran rezeki kita. Masih ingat kan dengan hadits Nabi Muhammad saw tentang ridha Allah ada pada ridha orang tua. Jika orang tua tidak ridha maka Allah pun juga tidak ridha dan akan berimbaas kepada sempitnya rezeki.

10. Berdagang yang Jujur

Salah satu amalan-amalan pembuka pintu rezeki yang dilakukan Nabi Muhammad sejak masa mudanya yaitu berdagan. Beliau menjualkan dagangan Siti Khodijah dengan jujur dan mendapat untuk yang banyak.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang,” (HR. Bukhari & Muslim)

11. Menikah

وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. An-Nur: 32)

12. Bangun Pagi dan Beraktivitas

Siapa yang bangun pagi dalam keadaan beriman kepada Allah dan beribadah kepadaNya maka akan mendapat barokah do’a Nabi Muhammad saw, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits

Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah berkahilah untuk umatku waktu pagi mereka.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah).

13. Bertawakal

Ingat ya tawakal itu bukan sekadar pasrah saja tapi ada usaha-usaha yang dikerjakan sebelumnya. Selepas itu barulah bertawakal kepada Allah atas segala ketentuan yang akan ditetapkan kepadanya. Yakinlah Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan usaha hambaNya.

Dari ‘Umar bin Khottob, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.”  (HR. Tirmidzi no. 2344. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Okay gais itu amalan-amalan pembuka pintu rezeki langit kita. Amalkan dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan kepada janji Allah, insyaallah lancar rezeki kita.

Tinggalkan komentar