Kesenangan Dunia Yang Menipu Manusia

Banyak orang yang ingin kaya dan bisa memenuhi hasrat nafsunya. Sangkin ambisinya untuk cepat kaya mereka banyak menghalalkan segala cara demi tercapai tujuan itu. Padalah Rasulullah saw telah peringatkan umatnya jangan sampai kesenangan dunia yang menipu ini memperbudak mereka.

Pada suatu riwaya Beliau saw bersabda “Bukan Dajjal yang aku takutkan atas kalian, melainkan aku takut bila dunia dihamparkan kepada kalian (kekayaan melimpah untuk umatnya).

Sahabat Al-Islam pasti sudah faham kenapa Nabi Muhammad saw takut umatnya mendapat kelebihan harta yang melimpah ruah? Yupz.. Pasti alasannya adalah bahwa dunia itu hanya kesenangan yang menipu, tidak kekal dan akan berbahaya bila tidak bisa dikendalikan. Allah telah firmankan pada surat Al-Hadid,

ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌۭ وَلَهْوٌۭ وَزِينَةٌۭ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌۭ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّۭا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمًۭا ۖ وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۭ وَمَغْفِرَةٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌۭ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” QS. Al-Hadid: 20

Allah jelaskan bahwa dunia bila dibandingkan dengan kampung akhirat tidak ada nilainya. Dunia ini hanya sementara berisikan permainan, persaingan dan permusuhan, sedangkan di surga penuh kenikmatan, kekal abadi tak ada permusuhan dan hal yang sia-sia. Jika manusia terbudak oleh nafsu duniawi maka dia telah tertipu dan akan celaka di neraka.

Pada surat Al-Kahfi Allah permisalkan Dunia ini seperti air,

وَٱضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا كَمَآءٍ أَنزَلْنَٰهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَٱخْتَلَطَ بِهِۦ نَبَاتُ ٱلْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًۭا تَذْرُوهُ ٱلرِّيَٰحُ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ مُّقْتَدِرًا

“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” QS. Al-Kahfi: 45

Ustadz Felix siaw menjelaskan falsafah kesenangan dunia seperti air. Belau berkata:

“Manusia itu tidak bisa bertahan hidup lama ketika dia tenggelam di dalam air. Jika posisi hidung perenang masih di atas permukaan, dia masih aman dan mampu bertahan walaupun sebagian tubuhnya sudah masuk ke dalam air. Tapi kalau sudah menyelam seluruh tubuhnya tak akan tahan 1 jam di dalam air.

Begitu juga dunia ini, jika kamu belum tenggelam dalam kesenangan dunia kamu tak akan celaka walaupun kamu juga bersenang-senang di kehidupan ini. Namun bila tenggelam dalam kesenangan yang menipu ini maka celaka dan binasa yang akan di dapat.”

Subhanallah begitu sempurna kalam Allah ini dan tiada keraguan di dalamnya. Hikmah yang luas dan memberikan petunjuk kepada jalan yang benar serta menyinari hati yang gelam gulita. Yuk jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita bila ingin selamat dunia dan akhirat.

Jadi sudah jelas kan sobat Al-Islam bahwa kesenangan duniawi adalah penipuan yang hanya bertahan sementara. Jangan sampai tergoda apalagi tenggelam di dalamnya.

Lantas orang Islam tidak boleh bersenang-sengan di dunia ini dong? Bukan seperti itu kawan maksudnya! Allah masih mengizinkan hamba-Nya untuk bahagia, tapi harus disesuaikan dengan aturan Allah. Kita gunakan segala fasilitas, dan kenikmatan Allah yang diberikan untuk perbekalan di akhirat. Manfaatkan setiap karunia-Nya menjadi pahala dan ridho-Nya, bukan dihabiskan untuk kepuasan nafsu belaka.

وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” Al-Qashash: 77

Tuh ayatnya bahwa Allah masih mengiznkan Umat Islam untuk berbahagia di dunia ini dengan segala karunia yang diberikan oleh-Nya. Jangan sampai kebablasan terlena dengan nafsu, manfaatkan rezeki itu untuk perbekalan kampung akhirat. Di surat Al-Jum’ah dijelaskan kita diperintah untuk menjemput rizeki;

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” QS. Al-Jum’ah: 10

Carilah karunia Allah tapi tetap gunakan syariat-Nya dan perbanyak dzikir untuk tetap terjaga dari godaan setan dan nafsu duniawi.

Tinggalkan komentar