Ciri-Ciri Masjid Dhirar Di Zaman Modern

Masjid Dhirar! Iya mungkin sebagian kita yang jarang membaca atau ikut kajian Islam pasti asing dengan nama masjid ini. Untuk yang aktif khataman dan ikut kajian Islam pasti sudah pernah dengar dan tahu apa sih masjid Dhirar itu.

Makanya yuk ngaji jangan cuma KTP doang yang Islam tapi kepala dan hati tak pernah diisi nutrisi iman Naudzubillah. Allah sudah abadikan masjid itu dalam QS. At-Taubah ayat 107

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَى وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (107) لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah kamu bersembahyang dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.” QS. At-Taubah: 107-108

Sebelum kita masuk ke point inti “Masjid Dhirar di Zaman Modern”, admin paparkan dulu tafsir ayat ini. lets Go!

Table of Contents

Sababun Nuzul (Sebab Turun Ayat)

Di Madinah terdapat seorang lelaki dari kalangan kabilah Khazraj yang dikenal dengan nama Abu Amir Ar-Rahib. Sejak masa Jahiliah dia telah masuk agama Nasrani dan telah membaca ilmu ahli kitab. Ia melakukan ibadahnya di masa Jahiliah, dan ia mempunyai kedudukan yang sangat terhormat di kalangan kabilah Khazraj.

Ketika Rasulullah saw tiba di Madinah untuk berhijrah, lalu orang-orang muslim berkumpul bersamanya, dan kalimah Islam menjadi tinggi serta Allah memenangkannya dalam Perang Badar, maka si terkutuk Abu Amir ini mulai terbakar dan bersikap oposisi serta memusuhi beliau secara terang-terangan.

Ia melarikan diri bergabung dengan orang-orang kafir Mekkah dari kalangan kaum musyrik Quraisy dan membujuk mereka untuk memerangi Rasulullah Saw.

Tak puas dengan koalisi bersama Qurasy Makkah, akhirnya Dia pergi ke Raja Heraklius (Raja Romawi kala itu). Meminta pertolongan dalam menghadapi Rasulullah saw dan umat Islam. Akhirnya Romawi memberikan janji untuk membantu dan Abu Amir bermukim di sana.

Dari kerajaan Bizantium Abu Amir mengirim surat ke orang-orang munafiq Madinah untuk membangun 1 tempat yang akan dijadikan camp mereka. Maka para munafiqun membangun suatu masjid di dekat masjid Quba (masjid yang dulunya dibangun umat muslim). Bangunan mereka bertujuan sebagai tempat rapat dan merencanakan makar-makar jahat terhadap muslimin serta membuka lebar-lebar akse orang kafir mengintai Rasulullah saw dan umatnya.

Akhirnya masjid itu pun jadi. Kelompok Abu Amir meminta Nabi Muhammad saw untuk shalat di situ sebagai tanda peresmian. Tapi kala itu Rasul dan para sahabat hendak berangkat ke perang Tabuk. Rasul merespon permintaan mereka dan berkata “Sesungguhnya kami sedang dalam perjalanan. Tetapi jika kami kembali, insya Allah.”

Sepulang dari perang Beliau saw mendapat wahyu dari malaikat Jibril as yang berisi larang untuk shalat di masjid dhirar (yang dibangu orang-orang munafiq) QS. At-Taubah: 107-108.

Hikmah Ayat

  1. Orang Islam harus memuliakan masjid yang dibangun karena takwa Allah.
  2. Haram hukumnya masuk suatu tempat atau ikut kegiatan yang melemahkan Aqidah dan bertujuan untuk bermaksiat.
  3. Setiap bangunan harus diniati untuk bertakwa kepada Allah, apalagi yang didirikan untuk tempat Ibadah.
  4. Masjid adalah tempat untuk membersihkan diri dari dosa dan menguatkan Iman.
  5. Tempat yang didirikan tidak ada landasan takwa maka akan menjadi madharat bagi muslimin.
  6. Ciri-ciri tempat yang dimurkai Allah adalah, menyebarkan kekufuran, memecah persatuan orang Islam.

Ciri-Ciri Masjid Dhirar

Okay sekarang kita masuk pada point yaitu Masjid Dhirar. Allah menyebutnya seperti itu karena memang niat awal pembangunannya adalah untuk menimbulkan madharat dan masalah bagi kaum muslim. Yang memberikan intruksi adalah Abu Amir oposisi Rasulullah saw, dikerjakan oleh orang-orang munafiq (musuh dalam selimut orang Islam) dan mendapat bantuan dari raja kafir Bizantium.

Sudah ada sedikit gambaran sahabat Mengaji Islam? Jika ada masjid yang menyerukan kepada kerusakan aqidah, perusuhan umat dan merapatkan barisan dengan orang Kafir dalam merusak Islam itulah masjid Dhirar yang dimaksud oleh Allah.

Di era modern ini tidak hanya berupa masjid melainkan suatu organisasi yang bervisi dan misi sama, juga termasuk organisasi dhirar. Umat Islam haram masuk dan ikut kegiatan mereka, walaupun berlebelkan islami.

Jadilah muslim yang cerdas dalam memilih teman dan tempat, jangan semua itu menjadi sebab lemah iman kita. Jika ada tempat atau organisasi dan lain-lain yang lebih merapat kepada kaum kuffar, mengajak jauh dari syariat serta memecah umat, segera jahui karena itu adalah masjid atau organisasi dhirar yang diharamkan oleh Allah.

Jangan lupa share bila ini bermanfaat dan jangan lupa like fanspage Mengaji Islam di facebook.

Tinggalkan komentar