Kunci Surga Yang Diberitahukan Rasulullah saw

Surga memiliki pintu yang terkunci, maka jika ingin masuk ke dalamnya harus mempunyai kunci untuk membukanya. Tidak ada kunci yang bisa dipakai kecuali kunci surga yang diberitahukan Rasulullah saw. Kunci itu adalah kalimat  “Laa Ilaha Illa Lah” (tiada tuhan selain Allah).

Jika manusia telah mengucapkan kalimat Syahadat dengan penuh keyakinan maka dia telah mempunyai kunci surga. Tapi pengucapan syahadat tidak akan menjadi kunci surga yang sempurna bila tidak dilengkapi dengan syarat-syarat keislaman yang lain. Ada banyak hal yang menyempurnakan kunci surga itu diantaranya ialah;

Rasulullah saw bersabda,

يَا أَبَا سَعِيدٍ مَنْ رَضِىَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

“Wahai Abu Sa’id siapa yang ridha kepada Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Nabinya, wajiblah baginya (untuk masuk) surga.” HR. Muslim

Ada 3 hala yang akan menyempurnakan kunci surga sehingga dapat digunakan untuk membuka pintu surga, yaitu:

Ridha kepada Allah sebagai tuhan

Dengan mengakui Allah adalah satu-satunya tuhan yang wajib disembah dan ridha kepada-Nya. Membuat seorang muslim akan selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dalam syariat dan jalan-Nya. Hanya mau menjalankan apa yang telah diperintahkan dan selalu menjahui apa yang telah dilarang, baik yang ditulis dalam Al-Qur’an ataupun hadits Rasulullah saw.

إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذْكِرَةٌۭ ۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلًۭا. وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًۭا

“Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” QS. Al-Insan: 29-30

Ridha Islam sebaga agama

Seorang muslim harus bangga dengan keislaman yang diyakininya. Tidak boleh malu atau takut untuk menampakkannya pada halayak umum. Allah telah perintahkan dalam Al-Qur’an,

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلا نَعْبُدَ إِلا اللَّهَ وَلا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Katakanlah: “Hai ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. QS. Ali Imran: 64

Bila sudah bangga dengan Islam maka harus berusaha mengaplikasikan aturan Islam yang sempurna pada kesehariannya dalam urusan dengan Allah ataupun dengan manusia.

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” QS. Al Baqarah: 208

Allah wajibkan kepada hamba-Nya untuk masuk Islam secara sempurna tidak boleh setengah-setengah dan dilarang untuk mengikuti langkah-langkah setan yang akan menjerumuskan dalam kesesatan dan siksaan.

Jika ada yang berani mencari selain Islam sebagai jalan hidupnya maka dia akan merasakan kerugia di dunia hingga akhirat.

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” QS. Ali Imran: 85

Ridha kepada Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul

Setiap muslim pasti mengaku ridha sebagai pengikut Nabi Muhammad saw. Namanya pengikut harus mencontoh keteladanan Rasulullah saw dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari hal yang kecil ataupun yang besar. Seperti bagaimana cara beliau makan hingga bagaimana beliau ketika menjadi seorang pemimpin negeri?

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” QS. Al-Ahzab: 21

Manakala sudah ridha dengan 3 hal itu, maka sempurnalah kunci surga seperti yang diberitahukan oleh Rasulullah saw.

Dia bisa merasakan manisnya iman. Semangat dalam mengejar ridha Allah, tidak merasa terbebani dengan kewajibannya dan tak malas bila diseru untuk beramal shalih. Rasulullah saw bersabda,

ذَاقَ طَعْمَ الإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالإِسْلامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلاً

“Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman, orang yang ridha kepada Allah  sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad sebagai rasulnya”

Semoga bermanfaat, Jangan lupa suport Mengaji Islam

Tinggalkan komentar