Cara Mudah Masuk Surga Yang Diajarkan Rasululullah

Masuk surga adalah impian seluruh manusia sekalipun dia penjahat kelas kakap. Karena semua tahu bahwa di surga dipenuhi dengan kebahagiaan dan kenikmatan, tak ada permusuhan dan kesengsaraan. Namanya juga impian pasti dibutuhkan perjuangan untuk menggapainya, walaupun harus mengerahkan jiwa dan raga.

Perjalanan menunju surga pasti banyak rintangan yang harus dilewati. Iblis sudah benjanji akan menarik keturunan Nabi Adam as dengan berbagai cara untuk ikut masuk ke dalam neraka.

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿١٦﴾ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” QS. Al-A’râf: 16-17

Iblis sangat dendam dengan Nabi Adam as dan anak cucunya, karena tak mau sujud kepada Nabi Allah itu dia dikeluarkan dari kelompok malaikat dan dianggap kafir. Berusaha menghiasi kemaksiatan menjadi tampak indah sehingga banyak manusia yang tertipu dan terjerumus dalam dosa.

Iblis tak bergerak sendiri untuk menyesatkan manusia, banyak mitra kerjanya dari golongan jin ataupun manusia yang siap membantu. Godaan dan bisikan dosa datang tiap waktu dari berbagai penjuru mendorong manusia untuk mengikuti nafsunya.

Rasulullah saw mejelaskan bahwa surga itu diliputi suatu yang dibenci, dan neraka diliputi suatu yang disukai syahwat. Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”HR. Muslim

Memang amalan-amalan penyebab masuk surga berasa tampak sukar di benak kebanyakan manusia. Bagaimana tidak mereka harus meluangkan waktu 5 kali sehari di sela-sela kesibukan dan istirahat mereka untuk shalat wajib. Harus puasa 30 hari penuh selama ramadhan. Jika harta sudah sampai nishob dan haul wajib dibayarkan zakatnya. Tidak boleh mengumbar nafsu atau syahwat dan lain-lain. Sedangkan neraka sebaliknya, perkara yang memuaskan nafsunya menjadi penghiasnya.

Laa Haula Wala Quuata Illa Billah, Tampak berat pejuangan ini ingin menggapai surga. Tapi semua itu jangan sampai membuat kita putus asa dan malah tak mau lagi mengejar Rahmat Allah itu.

Surga dan neraka sama mudahnya untuk menjadi pilihan manusia sebagai tempat tinggal di akhirat. Semua tergantung masing-masing, mampukah melawan nafsu dan menjadi hamba Allah atau malah menjadi budak nafsu dan terjebak dalam dosa. Setiap insan mempunyai jatah tempat tinggal di surga atau neraka, Rasulullah saw bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ لَهُ مَنْزِلاَنِ : مَنْزِلٌ فِي الْجَنَّةِ ، وَمَنْزِلٌ فِي النَّارِ ، فَإِذَا مَاتَ ، فَدَخَلَ النَّارَ ، وَرِثَ أَهْلُ الْجَنَّةِ مَنْزِلَهُ ، فَذَلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى : أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُون

“Tidak seorangpun di antara kalian,kecuali pasti memiliki dua rumah: satu rumah di surga dan satu rumah di neraka. Apabila mati dan masuk neraka, maka mewarisinya penduduk surga rumahnya. Itula firman Allah yang Maha Tinggi: Merekal itulah para pewaris (surga).” HR. Ibnu Majjah

Pada hadits lain juga dijelaskan bahwa surga neraka itu lebih dekat (mundah untuk didapat) dari tali serampat sandal dengan kaki. Berikut bunyi haditsnya:

الْجَنَّةُ أَقْرَبُ إِلَى أَحَدِكُمْ مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ وَالنَّارُ مِثْلُ ذَلِكَ

“Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya, neraka juga seperti itu.” HR. Bukhari

Inti dari 2 hadits itu adalah siapa yang mampu mengendalikan nafsu dan menjadi seorang yang taat kepada syariat Allah akan mendapat surga dan siapa yang terbudak oleh nafsunya akan dimasukkan ke dalam neraka. Bagaiman cara menjaga dari godaan syahwat? Imam Al-Ghozali berkata: “Jika engkau tak menyibukkan dengan kebaikan engkau akan tersibukkan dengan kebatilan.” itulah tips yang sangat bagus. Carilah kegiatan yang positif untuk terhindar dari perbuatan-perbuatan negatif.

Admin pernah menghafal hadits Al-Arba’in An-Nawawiyah, ternyata ada sabda yang istimewa. Rasulullah saw ditanya oleh salah satu sahabatnya perihal cara masuk surga.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : أَرَأَيْتَ إِذَا صَلَّيْتُ اْلمَكْتُوْبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الْحَلاَلَ، وَحَرَّمْت الْحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلَى ذَلِكَ شَيْئاً، أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ ؟ قَالَ : نَعَمْ

Dari Jabir bin Abdullah Al Anshary radhiyallahu ‘anhuma, bahwa seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah dengan berkata, “Bagaimana pendapatmu jika saya melaksanakan shalat yang wajib, berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, lalu saya tidak menambah lagi sedikit pun, apakah saya akan masuk surga?” Beliau menjawab, Ya.” HR. Muslim

Alhamdulillah ternyara masuk surga itu sangat mudah. Lakukan shalat wajib 5 waktu dengan khusyu’, puasa wajib di bulan ramadhan, melakukan apa yang telah dihalalkan oleh syariat dan menjahui perkara-perkara haram. Apalagi ditambah dengan ibadah-ibadah sunah yang tak kalah lipahan pahalanya. So kenapa harus susah-susah masuk neraka kalau masuk surga itu mudah.

Tinggalkan komentar