Celaka Di Bulan Ramadhan Karena Berbuat ini

Assalamualikum wr wb ! Sahabat mengaji Islam mohon maaf artikel ini terlambat diposting karena ada beberapa tugas yang agak padat di pondok. Sebenarnya artikel Celaka Di Bulan Ramadhan ini harusnya terbit awal Ramadhan tapi baru hari ini bisa tampil di blog kesayangan kalian.

Karena ada pepatah mengatakan “Better late than never” maka daripada tidak diterbitkan artikel yang insyaallah bermanfaat dari pada tidak sama sekali walaupun sudah masuk 4 hari puasa.

Alhamdulilah bulan suci Ramadhan telah datang mengetuk pintu iman kita. Ia datang tidak dengan tangan hampa, serenteng oleh-oleh keutamaan bulan suci lalu ikut menyertai kehadirannya.

Buah tangan tamu mulia ini tak ada yang murahan dan semua istimewa, bila dibandingkan dengan harga mobil paling mewah di dunia masih lebih baik dan mulia buah tangan bulan suci ini.

Bagaimana tidak, setiap oleh-olehnya selalu menambah keimanan dan ketakwaan kita pada Allah, menghapuskan dosa-dosa, serta melipat gandakan pahala. Berikut ini dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits buah tangan bulan Ramadhan:

Dalil-Dalil Keutamaan Bulan Ramadhan

1. Keutamaan Ibadah Puasa: Jalan Meraih Takwa

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.” QS. Al-Baqarah: 183

Puasa kita di bulan suci tiada lain adalah jalan untuk meningkatkan takwa kepada Allah. Sehingga setelah puasa ramadhan tingkat takwa akan semakin meningkat dan ibadahpun menjadi giat.

2. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)..” QS. Al-Baqarah: 185

Sesuatu yang baik akan diletakkan pada tempat yang baik pula. Seperti berlian pasti pemiliknya akan menjaganya dan ditempatkan pada wadah yang baik dan aman.

Begitu juga Al-Qur’an ini yang isinya adalah hidayah dan penjelas antara kebaikan dan kesesatan, Maka Allah menurunkannya ke langit dunia pada bulan yang mulia tepat pada malam Lailatul Qadr yang nilai kebaikan pada malam itu lebih baik daripada 1000 bulan.

3. Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka ketika Ramadhan Tiba

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Jika masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu rahmat dibukan, pintu-pintu Jahannam ditutup dan setan-setan pun diikat dengan rantai.” HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079

Yang dirasakan umat Islam ketika beramal shalih di bulan Ramadhan akan terasa lebih ringan daripada di bulan selainnya.

Contoh paling yang jelas, orang yang tak biasa shalat malam maka di bulan suci ini banyak yang berbondong-bondong melaksanakan tarawih berjama’ah hampir disetiap masjid dan mushola yang ada. Tilawah yang biasanya 1 juz perhari, di bulan puasa ini nambah menjadi 2 juz bahkan lebih perhari.

Kenapa bisa seperti itu, karena Allah telah membelenggu setan-setan yang biasa menggoda manusia dan Allah tutup pintu neraka dan dibukanya lebar-lebar pintu surga.

Tapi masih banyak juga di Ramadhan ini mereka istiqomah maksiat. Memang benar setan penggoda manusia telah dibelenggu oleh Allah namun bukan berarti pelaku maksiat hilang total.

Pendosa akan tetap exis karena sudah menjadi kebiasaan atau bisa dibilang telah kecanduan dosa. Seperti orang yang sudah kecanduan narkoba, jika obat yang dipunya habis dia akan tetap berusahan untuk mendapatkan pil haram tersebut.

4. Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” QS. Al-Qadr 1-3

Bulan wajib puasa ini adalah bulan yang paling istimewa di antara bulan-bulan lainnya. Tidak hanya itu Allah sediakan 1 malam yang spesial pada bulan itu yang sering kita dengan namanya Lailatul Qadr.

Malam ini hanya ada di masa Nabi Muhammad saw dan umatnya saja, jika pada malam itu 1 kebaikan saja dilakukan akan bernilai lebih baik dari 1000 bulan. “Nikmat mana lagi yang akan kalian dustakan!”.

Allah turunkan para malaikat dan juga pemimpinnya (Malaikat Jibril) ke bumi untuk meletakkan takdir-takdir manusia yang telah Allah tentunkan selama 1 tahun ke depan.

Maka Nabi Muhammad saw memerintahkan kepada umatnya untuk berusaha mendapatkan Lailatul Qadr dengan menghidupkan malam penuh ibadah dan berdo’a kebaikan.

5. Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” HR. Al-Bazaar

6. Dilipatgandakan Pahala

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151

Setiap amalan baik orang Islam akan dilipatgandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan semisal. Kecualikan puasa. Puasa tidak dilipatgandakan seperti 10 ningga 700. Karena puasa itu adalah ibadah yang istimewa maka Allah sendiri yang akan menentukan berapa besar pahala yang akan didapat oleh orang yang berpuas.

Kenapa bisa demikian? Ibnu Rajab Al Hambali –semoga Allah merahmati beliau- mengatakan, ”Karena orang yang menjalani puasa berarti menjalani kesabaran”. Mengenai ganjaran orang yang bersabar, Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” QS. Az Zumar: 10

Sabar itu ada tiga macam yaitu:

  1. Sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah,
  2. Sabar dalam meninggalkan yang haram
  3. Sabar dalam menghadapi takdir yang terasa menyakitkan. Ketiga macam bentuk sabar ini, semuanya terdapat dalam puasa.

Puasa tentu saja di dalamnya ada bentuk melakukan ketaatan, menjauhi hal-hal yang diharamkan. Jadi seseorang yang sedang puasa itu berusaha bersabar dari ujian-ujian seperti menahan diri dari rasa lapar, dahaga, dan lemahnya badan. Itulah mengapa amalan puasa bisa meraih pahala tak terhingga sebagaimana pahala sabar.

Selain pahala yang berlipat ganda, akan ada keutamaan lain yang 2 kebahagiaan yang akan didapat oleh orang yang berpuasa Ramadhan:

Kebahagiaan pertama adalah ketika seseorang berbuka puasa. Ketika berbuka, jiwa begitu ingin mendapat hiburan dari hal-hal yang dia rasakan tidak menyenangkan ketika berpuasa, yaitu jiwa sangat senang menjumpai makanan, minuman dan menggauli istri.

Jika seseorang dilarang dari berbagai macam syahwat ketika berpuasa, dia akan merasa senang jika hal tersebut diperbolehkan lagi.

Kebahagiaan kedua adalah ketika seorang hamba berjumpa dengan Rabbnya yaitu dia akan jumpai pahala amalan puasa yang dia lakukan tersimpan di sisi Allah. Itulah ganjaran besar yang sangat dia butuhkan.

7. Dihapus Dosa-Dosa Sebelumnya

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759.

Berpuasa Ramadhan bukan sekedar rutinitas religius yang harus dilakukan tiap tahunnya yang mengesampingkan esensi dari syariat puasa itu sendiri.

Puasa itu harus benar-benar ikhlas karena Allah, mengharap pahala dari-Nya dan menahan diri dari segala benuk perbuatan dosa. Sehingga Allah berikan janji-Nya, menghapus dosa-dosa yang telah lewat dan memudahkannya untuk beramal shalih.

Sebenarnya masih banyak lagi keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan tapi 7 hal yang telah saya sebutkan insyaallah bisa mewakili keutamaan-keutamaan yang lain.

Dari berbagai keutamaan Ramadhan ada orang-orang yang mereka tak mendapat rahmat dari Allah malah akan mendapat adzab sebab hadirnya bulan suci ini. Kok bisa ? Pertanyaan yang akan terbesit dalam hati kita.

Perhatikan secara detail lafat hadits di bawah ini !

عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : احْضَرُوا الْمِنْبَرَ فَحَضَرْنَا فَلَمَّا ارْتَقَى دَرَجَةً قَالَ : آمِينَ ، فَلَمَّا ارْتَقَى الدَّرَجَةَ الثَّانِيَةَ قَالَ : آمِينَ فَلَمَّا ارْتَقَى الدَّرَجَةَ الثَّالِثَةَ قَالَ : آمِينَ. فَلَمَّا نَزَلَ قُلْنَا : يَا رَسُولَ اللهِ لَقَدْ سَمِعْنَا مِنْكَ الْيَوْمَ شَيْئًا مَا كُنَّا نَسْمَعُهُ قَالَ : إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَرَضَ لِي فَقَالَ : بُعْدًا لِمَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ قُلْتُ : آمِينَ ، فَلَمَّا رَقِيتُ الثَّانِيَةَ قَالَ : بُعْدًا لِمَنْ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ قُلْتُ : آمِينَ ، فَلَمَّا رَقِيتُ الثَّالِثَةَ قَالَ : بُعْدًا لِمَنْ أَدْرَكَ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ عِنْدَهُ أَوْ أَحَدُهُمَا فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ قُلْتُ : آمِينَ

Dari Ka’ab bin ‘Ujrah berkata: Rasulullah saw bersabda: Hadirilah (mendekatlah) ke mimbar! Maka kami mendekat. Maka ketika beliau naik tangga pertama ia mengucapkan amiiin, ketika naik tangga kedua mengucapkan amin (lagi), ketika naik tangga ke tiga beliau mengucapkan amin juga. Maka ketika beliau turun kami pun bertanya: Ya Rasulullah saw ! Sungguh kami mendengar sesuatu dari hari ini, apa yang kami dengar itu ? Rasul saw bersabda: Sesungguhnya Jibril as membisikkan kepadaku, dia berkata: “Celaka bagi orang yang menjumpai bulan ramadhan maka belum diampuni dosa-dosanya”, maka aku menjawab “Amiii”. Maka ketika aku naik tangga yang kedua Jibril as berkata: “Celaka bagi orang yang disebut namamu di hadapannya maka dia tidak bershalawat untukmu”, maka aku mejawab “Amiin”. Maka ketika aku naik tangga ketiga diberkata lagi: “Celaka bagi orang yang menjumpai masa tua kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya, maka keduanya tidak memasukkannya ke Surga”, maka aku menjawab “Amiin”. HR. Hakim.

Rasulullah saw adalah manusia terbaik di dunia ini, akhlaq dan ibadahnya paling sempurna. Pasti ketika berbicara beliau saw pasti memilih kata atau kalimat yang santun untuk menjaga pendengarnya supaya tidak tersinggung.

Namun dalam hadits ini Rasul saw mengucapkan kalimat tegas walaupun itu hanya menirukan kalimat malaikat Jibril. Menurut salah satu ulama bahwa jika Rasul saw sampai mengucapkan kalimat yang tegas berarti sabda beliau saw menunjukkan sesuatu yang penting yang harus diperatikan oleh umatnya.

Seperti dalam hadits ini beliau sangat tegas mengatakan celaka bagi 3 golong, maka kita sebagai umatnya harus memperhatikan sabda ini.

Ada 3 golongan yang celaka disebutkan dalam hadits ini yaitu:

1. Orang yang bertemu bulan Ramadhan akan tetapi tak mendapat ampunan sampai ditinggalkannya bulan penuh berkah itu.

Ramadhan yang selalu lekat dengan banyak kutamaan dan keberkahan, seorang muslim yang beramal baik akan dilipatgandakan kebaikannya dan dihapusnya dosa-dosa. Tapi tak berguna bagi sebagian orang yang, akhirnya dia hanya akan kehilangan ampunan dan pahala selama bulan Ramadhan.

Orang yang seperti adalah dia yang masih rutin bermaksiat ketika Ramadhan, masih sering berbohon dan tidak ikhlas dalam melaksanakan puasanya. admin sudah pernah tulis juga 3 penyebab batalnya pahala puasa, silakan dibaca untuk menambah wawasan.

2. Orang ketika mendengar nama Nabi Muhammad saw akan tetapi dia tak mau bershalawat kepada beliau.

Allah dan para malaikat saja bersahalawat kepada baginda Rasulullah saw sebagamana firman Allah

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan bersalamlah dengan sungguh-sungguh.” QS.Al-Ahzab: 56

Shalawat adalah do’a selamat untuk nabi Muhammad saw, tapi bukan berarti nabi Muhammad saw belum selamat karena masih perlu dido’akan. Allah dan Rasul-Nya perintahkan umat Islam bershalawat kepada Nabi Muhammad saw untuk kebaikan mereka sendiri Rasulullah saw bersabda

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ أَوْ سَأَلَ لِي الوَسِيْلَةَ حَقَّتْ عَلَيْهِ شَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ

“Barangsiapa bershalawat kepadaku atau meminta agar aku mendapatkan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat nanti.” (Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani)

Pada hadits lain juga disebutkan keutamaan shalawat diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” HR. Muslim no. 408

Sebagai umat Nabi Muhammad janganlah kita malas atau tidak mau bershalawat kepada beliau, apalagi ketika nama beliau disebut di hadapan kita. Orang yang tak mau mengucapkan shalawat ketika nama Rasulullah saw disebut di hadapannya adalah orang yang celaka dan termasuk yang pelit.

Dari Ali ra, Rasulullah saw bersabda:

البَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

“Orang yang sangat pelit adalah orang yang ketika namaku disebut di sampingnya, ia tidak mau membaca shalawat kepadaku.” HR. At-Tirmidzi

3. Seorang anak yang tidak merawat kedua orang tuanya di masa tua mereka, anak tersebut tidak bisa masuk surga karena kelalaian itu.

Allah sering kali mengingatkan manusia untuk berbakti kepada kedua orang tua. Allah sebutkan cinta kepada orang tua dan berbakti pada mereka itu di urutan kedua setelah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Apalagi kedua orang tua itu sudah tua maka seorang anak wajib perhatian dengan mereka sebagaimana orang tuanya perhatian kepada anak di masa kecilnya.

Berbakti pada orang tua hukumnya wajib dan pahalanya sangat besar, tapi dibalik besarnya pahala itu ada dosa besar bagi orang yang meninggakannya.

Ramadhan pelan-pelan akan segera pergi meninggalkan rumah iman kita. Jika tak pandai memanfaatkan momentum ini maka celakalah kita, karena Ramadhan pergi tanpa secuil oleh-oleh istimewa yang kita dapatkan.

Di Ramadhan ini niatkan puasamu untuk jalan takwamu, haraplah pahala kepada Allah sebanyak-banyaknya serta manfaatkan setiap waktumu untuk amal ibadah dan jahuilah maksiat. Insyaallah maka Ramadhanmu akan berkah.

Tinggalkan komentar