Menjaga Allah Dalam Hati Niscaya Dia Akan Menjagamu

Rasulullah saw pernah berkata kepada Sahabatnya Ibnu Abbas ra untuk senantiasa menjaga Allah dalah hati supaya mendapat pertolongan dari Allah.

Diriwayatkan dari Imam At-Tirmidzi Beliau bersabda: “Jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu, Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau mau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau mau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah.” HR. Tirmidzi

Pada riwayat lain dari Imam At-Tirmidzi juga Rasulullah bersabda: “Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah di saat senang, niscaya Allah mengenalmu di saat susah.”

Pesan Rasulullah saw di atas bila difahami lebih dalam lagi begitu luar biasa. Seorang muslim wajib benar-benar menjaga Allah dalam harinya. Kecintaan kepada Rabb harus terus ada dalam keadaa apapun.

Baca juga shalat dan sabar pintu pertolongan Allah

Dalam keadaan senang harus ada Allah dalam hati lantas bersyukur kepada-Nya. Dalam keadaan sedih tetap ada menjaga Allah dalam hati, sehingga tetap tabah dan bersabar atas musibah yang dialami.

Seorang muslim yang hatinya selalu dekat dengan Allah pasti yakin dengan janji-janji-Nya. Allah telah berfirman dalam surat Ad-Dhuha

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًۭا فَـَٔاوَىٰ (6) وَوَجَدَكَ ضَآلًّۭا فَهَدَىٰ (7) وَوَجَدَكَ عَآئِلًۭا فَأَغْنَىٰ (8)

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, (6) lalu Dia memberikan petunjuk.(7) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.(8)” QS. Adh-Dhuha 6 – 8

Allah adalah yang menciptakan manusia dan Ia pula yang menjamin kehidupan mereka. Allah tidak pernah tidur apalagi mendengkur. Jika ada hamba-Nya yang meminta pasti Dia akan memberi. Bila ada yang bertoba maka Dia akan mendekat. Allah tak pernah lupa memberi rezeki atau pun salah sasaran.

Pada surat Adh-Dhuha ayat 6 – 8 menjelaskan bahwa jaminan Allah kepada makhluk-Nya selalu ada bila seorang hamba itu mau yakin dan pasrah kepada Allah. Karena Allah selalu bersama dengan persangkaan hamba-Nya.

Bila dia berhusnudzan kepada Allah, maka Allah kan berbuat baik padanya bahkan akan dibalas 10 kali lipat dari yang dia husnudzankan kepada Allah. Namun bila bersyu’udzan maka Allah akan meninggalkan dirinya.

Berusahalah untuk yakin kepada Allah untuk mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Curhatlah kepada-Nya melalui do’a-do’a, Allah akan menjawab. Di manapun dan kapanpun kita berada Allah selalu menjadi prioritas kita. Karena Allah yang menjamin segalanya.

Wallahu A’lam Bish Showaab

Tinggalkan komentar